Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Secara Psikologis, Pasien Lebih Nyaman Disunat di Rumah atau di Kamar Sendiri

Pasien juga akan lebih nyaman pascasunat berlangsung karena segala kebutuhannya tersedia

Secara Psikologis, Pasien Lebih Nyaman Disunat di Rumah atau di Kamar Sendiri
ist
Ilustrasi sunat di rumah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Dalam kondisi wabah Covid-19 seperti ini, pemerintah telah menghimbau untuk tetap berada  di rumah sebagai salah satu cara pencegahan penyebaran virus corona ini.  

Kondisi ini tentunya akan menyulitkan bagi warga yang ingin meyunatkan anaknya di tengah wabah ini.

Sunat di rumah menjadi salah satu pilihan. 

Pilihan untuk sunat di rumah adalah salah satu cara sunat yang dianggap lebih praktis, pasien tidak harus beranjak ke mana-mana, baik sebelum melakukan tindakan, maupun setelahnya. 

"Secara psikologis, sebenarnya pasien akan lebih nyaman disunat di rumah atau kamar sendiri karena lebih kenal dengan lingkungan dan situasinya," kata dr Mahdian Nur Nasution, pendiri Rumah Sunat dr. Mahdian dalam keterangannya, Senin (6/4/2020).

Selain itu, kata Mahdian pasien juga akan lebih nyaman pascasunat berlangsung karena segala kebutuhannya tersedia. 

Baca: Marah Besar saat Baim Wong Bawa Kabur Hadiah Sunat, Rafathar: Mau Dilempar Pakai Batu Besar Banget?

Baca: Bima Sakti Terus Tekankan Agar Pemain Timnas U-16 Berlatih Tekun di Rumah

Baca: Olimpiade Tokyo Diundur, Lifter Muda Windy Cantika Tetap Jalani Latihan

Kondisi ini mendorong Rumah Sunat dr Mahdian baru-baru ini meluncurkan layanan terbaru mereka, yaitu layanan Sunat di Rumah.

Pasien dan keluarganya cukup mempersiapkan diri di rumah,

Nantinya tim dari Rumah Sunat ini  membawa segala persiapan yang diperlukan beserta dokter dan perawat yang berpengalaman dengan perlengkapan APD (alat pelindung diri) sesuai ketentuan medis sehingga pasien akan merasa tambah aman.

Mahdian menyatakan, sebagai klinik khusus khitan, baik dokter maupun perawatnya tentunya hanya menangani pasien khitan, berbeda dengan klinik kesehatan yang menangani pasien dengan berbagai keluhan penyakit, sehingga relatif lebih minim risiko.

Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas