Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bakteri Listeria

Setop Konsumsi Jamur Enoki Meski di Indonesia Belum Ditemukan Kasus KLB karena Kontaminasi Bakteri

Jamur enoki diduga tercemar bakteri Listeria monocytogenes yang bisa menimbulkan penyakit listeriosis dan mengakibatkan penderitanya sakit.

Setop Konsumsi Jamur Enoki Meski di Indonesia Belum Ditemukan Kasus KLB karena Kontaminasi Bakteri
schmidtlaw.com
Fakta Jamur Enoki dan Bakteri Listeria, Biasa Ada di Olahan Suki hingga Bakteri Bisa Dihilangkan 

Para importir juga diminta untuk segera mendaftarkan produk ini ke OKKP Pusat agar bisa dilakukan pengawasan.

Agung juga mengimbau masyarakat selaku konsumen agar jeli sebelum membeli dan mengkonsumsi produk pangan.

"Importir jamur enoki agar mendaftarkan produknya ke OKKPP dan kami mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dan berhati-hati dalam membeli produk pangan khususnya pangan segar asal tumbuhan, pilih pangan yang sudah terdaftar (ditandai dengan nomor pendaftaran PSAT)," tegas Agung.

Baca: Masih Menyimpan Jamur Enoki di Rumah, Amankah untuk Dimakan? Ini Kata Dokter

Baca: 6 Daftar Makanan Rawan Tertempel Bakteri Listeria: Jamur Enoki, Ikan Asap, Melon hingga Susu Mentah

Kendati meminta para importir menarik dan memusnahkan produk ini, Agung mengaku belum ada temuan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia, seperti yang telah terjadi di sejumlah negara.

"Sampai dengan hari ini di Indonesia belum ditemukan adanya kasus KLB karena kontaminasi bakteri dari jamur enoki tersebut. Hal-hal yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian merupakan langkah pencegahan," kata Agung.

Pada periode Maret hingga April lalu telah terjadi KLB di Amerika Serikat (AS), Kanada dan Australia akibat warga di ketiga negara itu mengonsumsi jamur enoki asal Korsel yang diduga tercemar bakteri Listeria monocytogenes.

Terkait temuan tersebut, Indonesia pun mendapatkan informasi pada 15 April lalu dari International Food Safety Authority Network (INFOSAN), sebuah jaringan otoritas keamanan pangan internasional di bawah FAO/WHO melalui Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRASFF).

Listeria monocytogenes merupakan salah satu bakteri yang tersebar luas di lingkungan pertanian melalui media tanah, tanaman, silase, fekal, limbah, dan air.

Bakteri ini tahan terhadap suhu dingin, sehingga memiliki potensi kontaminasi silang terhadap pangan lain yang siap dikonsumsi. Namun demikian, bakteri dalam enoki dapat dihilangkan melalui pemanasan suhu minimum 75 derajat celcius.

Bahaya yang bisa ditimbulkan bakteri ini yakni penyakit listeriosis yang bisa menyebabkan penderitanya meninggal dunia. Umumnya kasus ini menimpa anak balita, ibu hamil dan manula.

Fakta-fakta Bakteri Listeria, Mulai dari Mana Asalnya hingga Gejala yang Bisa Ditimbulkan
Fakta-fakta Bakteri Listeria, Mulai dari Mana Asalnya hingga Gejala yang Bisa Ditimbulkan (Kolase Tribunnews (www.fda.gov dan https://www.freepik.com))
Halaman
123
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas