Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gangguan Pendengaran Bisa Disebabkan Kotoran Telinga, Ketahui Cara Mengatasinya

Tiap orang memiliki tekstur kotoran yang berbeda-beda, ada yang mudah untuk dikeluarkan, ada pula yang mengeras dan perlu penanganan dokter.

Gangguan Pendengaran Bisa Disebabkan Kotoran Telinga, Ketahui Cara Mengatasinya
hearforyouri.com
Ilustrasi telinga. Simak cara yang benar untuk membersihkan telinga berikut ini. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gangguan pendengaran dan tuli dapat menimbulkan masalah pada perkembangan kognitif, psikologis dan sosial.

Penyakit ini merupakan penyebab tertinggi ke-4 untuk disabilitas secara global.

Dari data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2018, sekitar 466 juta atau sebesar 6,1 persen orang di dunia mengalami gangguan pendengaran.

Rinciannya adalah 432 juta merupakan orang dewasa dan 34 juta lainnya adalah anak-anak.

Selain itu, sepertiga dari penduduk berusia di atas 65 tahun juga diperkirakan mengalami gangguan pendengaran.

Baca juga: WHO Tulis Daftar 9 Virus serta Penyakit Berbahaya yang Mengancam Dunia, dari Nipah hingga Zika

Munculnya gangguan pendengaran ini turut disebabkan adanya kotoran pada telinga.

Tiap orang memiliki tekstur kotoran yang berbeda-beda, ada yang mudah untuk dikeluarkan, ada pula yang mengeras dan perlu penanganan dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT).

Seperti yang disampaikan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorok Bedah Kepala Indonesia (PERHATI KL) Prof. Dr. dr. Jenny Bashiruddin SpTHT, KL.

"Bentuk dari kotoran (telinga) setiap orang itu berbeda, ada yang cepat membatu, mengeras," ujar Prof Jenny, dalam webinar bertajuk 'Peringatan Hari Pendengaran Sedunia Tahun 2021' yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Selasa (2/3/2021).

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas