Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ini yang Perlu Anda Waspadai Agar Tidak Tertular Herpes Zoster

Herpes Zoster (HZ) diketahui sebagai penyakit yang dapat ditularkan melalui pertukaran nafas dan sentuhan kulit.

Ini yang Perlu Anda Waspadai Agar Tidak Tertular Herpes Zoster
hallodoc
Herpes zoster atau cacar api adalah infeksi pada saraf dan kulit di sekitarnya 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Herpes Zoster (HZ) diketahui sebagai penyakit yang dapat ditularkan melalui pertukaran nafas dan sentuhan kulit.

Lalu bagaimana proses penularannya ?

CEO Klinik Pramudia, dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV mengatakan bahwa penularan terjadi jika ada seseorang yang belum terkena penyakit ini melakukan kontak secara langsung dengan cairan pada lepuhan ruam penderita penyakit ini.

Baca juga: Biasa Dialami Usia Dewasa, Kini Herpes Zoster Juga Sering Terjadi Pada Usia Muda

"Penularan virusnya bisa melalui pertukaran nafas dan kontak dengan gejala di kulit, penularan HZ terjadi ketika ada kontak langsung dengan cairan pada lepuhan ruam yang dialami penderita," ujar dr Anthony, dalam virtual media briefing bertajuk 'Bagaimana Jika Terkena Herpes Di Masa Pandemi Covid-19', Kamis (8/4/2021).

Baca juga: TRIBUNNEWSWIKI - Mengenal Herpes Zoster, Infeksi pada Saraf dan Kulit di Sekitarnya

Ia kemudian menjelaskan bahwa mereka yang belum pernah menderita cacar air atau tidak pernah menerima vaksin cacar air, memiliki risiko tinggi untuk tertular penyakit ini.

Kendati demikian, jika mereka tertular, maka ada awalnya mereka hanya akan mengalami cacar air.

Namun yang menjadi catatan adalah cacar air ini kapan saja dapat berkembang menjadi penyakit Herpes Zoster, ini yang perlu diwaspadai.

"Jika terinfeksi, mereka akan terkena cacar air, bukan Herpes Zoster, lalu kemudian virus itu bisa berkembang sewaktu-waktu menjadi Herpes Zoster," kata dr Anthony.

Terkait masa inkubasi penyakit ini bisa mencapai waktu lebih dari satu minggu hingga 3 minggu.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
  Loading comments...

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas