Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penderita Asma Lebih Berisiko Terpapar Covid-19, Benarkah?

Covid-19 merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan. Sementara penyakit asma memiliki gejala sesak napas.

Penderita Asma Lebih Berisiko Terpapar Covid-19, Benarkah?
boldsky.com
7 Solusi Alami Meringankan Sesak Nafas 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Covid-19 merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan.

Sementara penyakit asma memiliki gejala sesak napas, dada terasa berat, dan napas berbunyi mengi.

Timbul pertanyaan apakah penderita asma memiliki kemungkinan lebih berisiko terpapar Covid-19 dibanding yang bukan penderita.

Jatu Aphridasari Dokter spesialis paru dari RSUD Dr.Moewardi memberikan penjelasannya.

Ia memaparkan, seorang penderita asma memiliki tingkat risiko lebih tinggi jika terinfeksi covid-19.

"Orang punya Asma punya faktor risiko untuk terinfeksi Covid-19 kalau asmanya tidak terkontrol,"ujarnya dalam talkshow virtual, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Terapi Plasma Konvalesen Belum Jadi Alternatif Sembuhkan Pasien Covid-19

Jatu menjelaskan, asma yang tidak terkontrol, misalnya jika serangan sesak napas lebih dari dua kali seminggu.

Ilustrasi Covid-19.
Ilustrasi Covid-19. (freepik.com)

"Banyak sekali kebutuhan obat, inhaler lebih dari dua kali seminggu dipakai," ucapnya.

Kemudian sesak napasnya sudah mengganggu aktivitas walaupun sudah diberikan obat-obatan.

"Fungsi paru-parunya juga turun ya. Itu hati-hati karena kalau tidak terkontrol asma maka dia punya faktor resiko terinfeksi lebih besar dibandingkan pasien yang tidak punya asma atau pasien yang punya asma tapi kontrol," jelasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas