Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kebiasaan Minum Kopi Buruk untuk Kesehatan Jantung? Itu Mitos, Simak Penjelasan Medisnya

Kebiasaan minum kopi kerap dituding sebagai biang keladi dari penyakit jantung. Sebab, beberapa orang merasa jantung berdebar setelah meminumnya.

Kebiasaan Minum Kopi Buruk untuk Kesehatan Jantung? Itu Mitos, Simak Penjelasan Medisnya
Freepik
Ilustrasi minum kopi. Tanda-tanda Anda Sensitif terhadap Kafein serta Alternatif untuk Membangkitkan Energi selain Kopi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Minum kopi sudah menjadi gaya hidup sebagian orang di Indonesia.

Namun, kebiasaan minum kopi kerap dituding sebagai biang keladi dari penyakit jantung.

Maklum, setelah meminum kopi, beberapa orang memang merasa jantung mereka berdebar-debar.

Lantas apakah tudingan itu benar? Berikut penjelasannya secara medis.

Menurut dr Indra Yovi, Sp. P (K) Komponen utama dalam kopi ada kafein. Kandungan ini dapat meningkatkan energi metabolisme otak. 

Kemudian meningkatkan neurotransmitter otak (asetil-kolin) secara kolektif akan meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan.

Baca juga: Hipertensi Penyebab Utama Penyakit Jantung hingga Gagal Ginjal, Ketahui Pencegahannya

Di sisi lain, ternyata di dalam kopi juga terdapat antidoksidan, magnesium, kalium dan sebagainya.

Karenanya, menurut dr Indra kopi, adalah minuman yang menyehatkan. Ia menegaskan kopi memengaruhi kesehatan jantung adalah mitos.

"Enggak ada masalah kalau minum kopi. Yang jahat itu bukan kopinya. Jahat itu temannya. Pertama gula dan rokok. Orang minum kopi gorengan, donat. Makanya saya bilang. Minum kopi tanpa gula itu bagus," katanya dalam live streaming, Kamis (6/5/2021).

Gula sendiri memang sangat berpengaruh terhadap risiko penyakit jantung. Sedangkan berdebar hanyalah efek yang sebentar saja.

Tidak juga pada semua orang, namun pada mereka yang sensitif karena jarang konsumsi kopi.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas