Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Lebaran 2021

Lebaran Tiba, Jangan Terlena Kenikmatan Ketupat, Opor dan Rendang, Ini Trik Sehat dari Ahli Gizi

Lebaran tiba, selamat datang makanan berkuah santan dan minyak. Ingat jangan terlena ya. Perhatikan porsinya, Ini trik ahli gizi.

Lebaran Tiba, Jangan Terlena Kenikmatan Ketupat, Opor dan Rendang, Ini Trik Sehat dari Ahli Gizi
iStock
Lebaran Tiba, Jangan Terlena Kenikmatan Ketupat, Opor dan Rendang, Ini Trik Sehat dari Ahli Gizi 

Dosen Program Studi (Prodi) Gizi Universitas Indonesia, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, S.KM., M. K. M mengatakan bahwa panduan 'isi piringku' ini bisa digunakan kapanpun.

Dosen Program Studi (Prodi) Gizi Universitas Indonesia, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, S.KM., M. K. M, dalam virtual talk show bersama Tribunnews, Selasa (11/5/2021).
Dosen Program Studi (Prodi) Gizi Universitas Indonesia, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, S.KM., M. K. M, dalam virtual talk show bersama Tribunnews, Selasa (11/5/2021). (tangkap layar youtube Tribunnews.com)

Termasuk saat menyesuaikan proporsi makanan yang hendak dikonsumsi pada momen Lebaran.

"Jadi memang kita punya panduaan ya di Indonesia, namanya 'isi piringku'. Itu bisa dipakai di momen kapanpun sebenarnya, mau pas ramadan, mau tidak ramadan, mau pas Lebaran atau event-event besar lain," ujar Wahyu, dalam virtual talk show bersama Tribunnews, Selasa (11/5/2021).

Ia kemudian menjelaskan panduan 'isi piringku' ini menekankan pada timbangan dan proporsi yang tepat antar kelompok bahan makanan yang hendak dikonsumsi.

"Ya jadi kalau kita makan satu piring dibagi dua, di sebelah itu berisi makanan pokok dengan lauk, kemudian di sebelahnya lagi berisi sayur dan buah. Jadi bisa dibilang sayur dan buah itu menempati sekitar setengah piring, kemudian setengahnya lagi makanan pokok dan lauk," jelas Wahyu.

Untuk proporsi makanan pokok pun besaran bidangnya harus lebih banyak dibandingkan dengan lauknya.

"Kan nanti diaplikasikan ya, kalau Lebaran mungkin makanan pokoknya ketupat, entah itu lontong, entah itu buras (bubur beras), ya mungkin beberapa tetap mengkonsumsi nasi ya," kata Wahyu.

Nah, yang perlu diperhatikan saat mengkonsumsi menu khas Lebaran ini adalah sayurannya.

Ia menyadari bahwa ketupat, lontong maupun buras yang dihidangkan sebagai makanan pokok saat hari raya biasanya disajikan dengan paduan sayur santan, bukan sayur bening.

Penggunaan santan pada sayur inilah, kata dia, yang harus menjadi perhatian agar tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Halaman
1234
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas