Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mengatasi Gangguan Tidur dengan Akupuntur

Cara kerja akupuntur adalah penjaruman di kaki dan tangan yang nantinya dapat menstimulasi tulang belakang, organ-organ tubuh hingga otak.

Mengatasi Gangguan Tidur dengan Akupuntur
Shutterstock
Ilustrasi akupuntur. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Akupuntur merupakan pengobatan tradisional yang sudah dikenal sejak lama.

Pengobatan tersebut terus berkembang dan diakui secara medis dan sains. 

Cara kerja akupuntur adalah penjaruman di kaki dan tangan yang nantinya dapat menstimulasi tulang belakang, organ-organ tubuh hingga otak.

Nyatanya, akupuntur mempunyai peran mengatasi gangguan tidur.

Ia memberikan rangsangan atau stimulus sehingga membangkitkan hormon-hormon yang membantuk untuk tidur, di antaranya melatonin dan endorfin.

Baca juga: Tips Kesehatan: Obat Alami yang Efektif Mencegah Osteoporosis, Ramuan Black Cohosh hingga Akupuntur

Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis akupuntur yaitu dr Darwin Harpin Sp. Ak.

Kedua hormon ini, menurut dia, dapat memperbaiki tidur akibat relaksasi yang dihasilkan oleh akupuntur.

Karenanya tidak jarang saat melakukan akupuntur, banyak orang yang merasa mengantuk hingga tertidur.

"Hormon yang membuat terbangun akan turun. Maka saat terapi akupuntur, bisa sedikit mengantuk bahkan sering tertidur. Durasi saat melakukan akupuntur bisa hingga 20-30 menit,"ungkapnya dalam live streaming, Jumat (4/5/2021).

Selain akupuntur, dr Darwin juga memaparkan metode lain yang memanfaatkan titik akupuntur namun tidak menggunakan jarum. Metode tersebut disebut sebagai acupressure. 

"Metode ini menggunakan titik akupuntur lalu memberikan tekanan untuk mencapai tujuan. Cara kerjanya bekerja melalui neuro, yang merangsang syaraf-syarad terkait laku memberikan stimulasi. Sehingga bisa menghasilkan hormon," ungkapnya. 

Menurutnya, cara ini sangat aman dan efek samping sangat minimal. Jika menggunakan jarum, biasanya efek yang ditimbulkan adalah rasa kantuk.

Di sisi lain, dr Darwin mengingatkan untuk mereka yang menggunakan obat pengencer darah. Disarankan sebelumnya untuk melakukan konsultasi pada dokter. 

Ikuti kami di
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas