Apa Itu Cardiac Arrest? Ini Pengertian, Penyebab dan Faktor Risiko
Simak penjelasan mengenai Cardiac Arrest, mulai pengertian, penyebab hingga faktor risiko Cardiac Arrest.
Penulis: Yurika Nendri Novianingsih
Editor: Whiesa Daniswara
TRIBUNEWS.COM - Berikut ini penjelasan mengenai Cardiac Arrest.
Simak pengertian, penyebab hingga faktor risiko Cardiac Arrest.
Cardiac Arrest disebut juga dengan gagal jantung atau henti jantung.
Lantas, apa yang dimaksud dengan henti jantung?
Baca juga: Cerita Dokter Timnas Denmark Tentang Penanganan Medis Christian Eriksen
Baca juga: Menko PMK: 15 dari 1000 Orang Indonesia Menderita Penyakit Jantung
Dikutip dari mayoclinic, henti jantung adalah hilangnya fungsi jantung, pernapasan, dan kesadaran secara tiba-tiba.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh masalah pada sistem kelistrikan jantung, yang mengganggu tindakan pemompaan jantung dan menghentikan aliran darah ke tubuh.
Menurut laman healthline, "arrest" berarti menghentikan.
Pada kasus henti jantung, jantung mengalami berhenti berdetak.
Kondisi ini juga dikenal sebagai kematian jantung mendadak.
Baca juga: Laki-laki Lebih Berisiko Alami Jantung Koroner Ketimbang Perempuan, Dokter Beri Penjelasan Soal Itu
Baca juga: Ini Tanda Peringatan Penyakit Jantung yang Bisa Muncul di Kulit
Detak jantung manusia dikendalikan oleh impuls listrik.
Ketika impuls ini berubah pola, detak jantung menjadi tidak teratur.
Ini juga dikenal dengan sebutan aritmia.
Aritmia dibagi menjadi dua yakni aritmia lambat dan cepat.
Penyebab Cardiac Arrest atau Henti Jantung
Penyebab umum dari serangan jantung adalah irama jantung abnormal yang mengancam jiwa yang disebut fibrilasi ventrikel (VF).
VF terjadi ketika aktivitas listrik jantung menjadi sangat kacau sehingga jantung berhenti memompa, malah bergetar atau 'berfibrilasi'.
Penyebab utama henti jantung, dikutip dari bhf.org.uk:
- Serangan jantung (yang disebabkan oleh penyakit jantung koroner )
- Kardiomiopati dan beberapa kondisi jantung bawaan
- Penyakit jantung bawaan
- Penyakit katup jantung
- Miokarditis akut (radang otot jantung).
Beberapa penyebab lain dari serangan jantung meliputi:
- Tersengat listrik
- Overdosis obat
- Pendarahan parah (dikenal sebagai syok hipovolemik) hingga kehilangan banyak darah
- Hipoksia, disebabkan oleh penurunan kadar oksigen yang parah.
Perbedaan Cardiac Arrest dengan Serangan Jantung
Serangan jantung dan henti jantung tidaklah sama.
Henti jantung adalah ketika jantung Anda tiba-tiba berhenti memompa darah ke seluruh tubuh.
Ketika jantung berhenti memompa darah, otak kekurangan oksigen.
Hal ini menyebabkan seseorang yang mengalami henti jantung akan jatuh pingsan dan berhenti bernapas.
Sementara serangan jantung terjadi ketika suplai darah ke otot jantung terputus.
Baca juga: Berhenti Merokok Bisa Juga Membantu Mencegah Seseorang Terpapar Covid-19
Hal ini sering disebabkan oleh gumpalan di salah satu arteri koroner.
Jantung masih memompa darah ke seluruh tubuh selama serangan jantung.
Orang tersebut akan sadar dan bernafas.
Serangan jantung dapat menyebabkan henti jantung, maka harus segera mendapatkan perhatian medis jika mengalami serangan jantung.
Faktor Risiko Cardiac Arrest
Serangan jantung mendadak sangat sering dikaitkan dengan penyakit arteri koroner.
Faktor yang sama yang menempatkan seseorang pada risiko penyakit arteri koroner.
Berikut faktor risiko serangan jantung mendadak, dikutip dari mayoclinic.org:
- Riwayat keluarga penyakit arteri koroner coronary
- Merokok
- Tekanan darah tinggi
- Kolesterol darah tinggi
- Kegemukan
- Diabetes
- Gaya hidup tidak aktif
Pencegahan yang Bisa Dilakukan
Seseorang dapat mengurangi risiko terkena serangan jantung mendadak dengan melakukan:
- Pemeriksaan rutin
- Skrining penyakit jantung, dan
- Menjalani gaya hidup sehat.
(Tribunnews.com/Yurika)