Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mereka yang Lebih Banyak Aktivitas di Luar Berisiko Tinggi Terkena Katarak

Mereka yang lebih banyak memiliki aktivitas atau pekerjaan di luar ruangan (outdoor), memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit katarak.

Mereka yang Lebih Banyak Aktivitas di Luar Berisiko Tinggi Terkena Katarak
Tribunnews/Irwan Rismawan
Pasien melakukan cek mata katarak di Lab Prodia Senior Health, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Memasuki usia genap 2 tahun, Prodia Senior menyelenggarakan Low Back Pain #BebasGerak Hidup Sehat, yakni kegiatan seminar kesehatan dan pemeriksaan gratis. Pemeriksaan ini meliputi pengecekan body postural untuk mengetahui fleksibilitas otot tulang belakang dan paha belakang, pemeriksaan kulit kepala, hingga pemeriksaan gula darah dan katarak. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dokter Mata Sub. Spesialis Katarak Bedah Refraktif dari PMN Rumah Sakit Mata Cicendo, dr. Andrew M Knoch, Sp.M(K), M.Kes, mengatakan bahwa mereka yang lebih banyak memiliki aktivitas atau pekerjaan di luar ruangan (outdoor), memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit katarak.

Hal itu karena paparan sinar ultraviolet yang diterima mata saat melakukan kegiatan di luar ruangan dapat berakibat buruk pada organ penglihatan tersebut.

"Ada kecenderungan sehari-hari ada di luar ruangan, misal pekerjaan sebagai petani, kemudian nelayan, berkebun banyak terpapar ultraviolet, nah dia ini lebih berisiko untuk terkena katarak," ujar dr Andrew, dalam talk show live Instagram @radiokesehatan, Senin (21/6/2021).

Baca juga: NU Care-LAZISNU Gelar Operasi Katarak dan Khitanan Gratis

Baca juga: Cerita Mochamad Ndate Benge yang Gunakan JKN-KIS untuk Operasi Katarak

Ia pun menyarankan mereka yang berisiko tinggi terkena paparan ultraviolet untuk selalu melindungi mata melalui pemakaian topi berukuran besar maupun kaca mata yang memiliki filter ultraviolet saat beraktivitas di luar rumah.

"Jadi mencegahnya adalah kalau misalnya keluar, diharapkan misal (untuk petani atau nelayan) pakai topi yang besar seperti caping, atau misal (yang beraktivitas outdoor lainnya) memakai kaca mata pelindung, paling bagus itu kalau kaca matanya ada filter untuk ultraviolet," tegas dr Andrew.

Terkait penyakit katarak ini, ia kemudian menyampaikan bahwa banyak masyarakat yang masih cenderung enggan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke fasilitas layanan kesehatan (fasyankes), termasuk untuk organ mata.

Hal itu karena sebagian besar dari mereka yang mengklaim dalam kondisi sehat merasa bahwa 'tubuh mereka baik-baik saja'.

Padahal pemeriksaan kesehatan secara rutin penting dilakukan untuk mengetahui sejak dini jika ada potensi penyakit yang muncul.

"Kita disarankan melakukan pemeriksaan secara rutin ketika kita sedang sehat, tetapi kadang-kadang itu sulit dilakukan," kata dr Andrew.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas