Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Sinar UV, Krim Topikal, atau Laser, Mana Perawatan Terbaik Penderita Vitiligo?

- Vitiligo memang bisa menjadi kondisi yang sulit untuk ditangani, namun ada beberapa pilihan cara perawatan untuk membantu mengobati penyakit ini

Sinar UV, Krim Topikal, atau Laser, Mana Perawatan Terbaik Penderita Vitiligo?
Shuttersock
Vitiligo menyebabkan hilangnya warna kulit, sehingga menimbulkan bercak-bercak yang berbeda dengan warna kulit asli. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Vitiligo memang bisa menjadi kondisi yang sulit untuk ditangani, namun ada beberapa pilihan cara perawatan untuk membantu mengobati penyakit ini, mulai dari pemakaian krim, terapi cahaya hingga penggunaan laser.

Apa itu vitiligo?

Vitiligo adalah penyakit yang tidak diketahui penyebabnya namun menyebabkan bercak warna yang berbeda pada kulit.

Proses autoimun yang terjadi pada sel yang membuat pigmen atau warna kulit (melanosit), menghasilkan bercak dengan pigmen yang lebih sedikit dari biasanya.

Baca juga: Penderita Vitiligo Rentan Alami Depresi

Baca juga: Solusi Perawatan Vitiligo Terkini Dengan Sistem UV Laser Solid State

Kondisi vitiligo biasanya memuncak pada usia 20-an atau 30-an dan dapat dikaitkan dengan penyakit autoimun lainnya.

Lalu apa pilihan perawatan utama untuk mengobati vitiligo?

Dikutip dari laman goodrx, Selasa (22/6/2021), berdasar bukti terbaru dari terapi yang sukses dilakukan untuk repigmentasi dan penghentian penyebaran, ada beberapa perawatan terbaik untuk penderita vitiligo.

Krim untuk vitiligo

Krim ini adalah pengobatan umum bagi penderita vitiligo.

krim steroid atau steroid yang digunakan pada permukaan kulit (topikal) dengan kekuatan sedang hingga tinggi biasanya menjadi pilihan terbaik bagi orang-orang yang memiliki vitiligo pada bagian tubuh lain, bukan di wajah.

Contohnya, krim seperti fluticasone (Cutivate) atau mometasone (Elocon) yang dapat digunakan satu kali dalam sehari selama periode 3 hingga 6 bulan.

Untuk area yang lebih sensitif seperti wajah maupun lipatan tubuh, pilihlah steroid yang lebih lemah seperti krim hidrokortison 2,5 persen atau krim obat yang tidak mengandung steroid.

Namun yang perlu anda catat adalah menggunakan steroid topikal terlalu lama dapat memberikan efek samping yakni penipisan kulit.

Oleh karena itu, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda tentang perawatan apa yang harus anda pilih.

Bagaimana jika menggunakan krim non-steroid dalam pengobatan vitiligo?

Anda bisa menggunakan analog vitamin D3 seperti krim calcipotriene 005 persen (Dovonex) yang mengatur produksi dan proliferasi sel kulit.

Namun krim steroid topikal seperti fluticasone atau mometasone yang dikombinasikan dengan calcipotriene dapat bekerja lebih baik jika dibandingkan dengan hanya memakai calcipotriene saja.

Sedangkan inhibitor kalsineurin topikal seperti tacrolimus (Protopic) dan pimecrolimus (Elidel) memang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, namun memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan steroid.

Anda bisa pula menggunakan steroid yang diminum sebagai pil (steroid oral), sebagai langkah lanjutan jika vitiligo anda terus memburuk meskipun menggunakan obat topikal.

Di sisi lain, beberapa orang memutuskan untuk menyamarkan bintik-bintik vitiligo mereka menggunakan krim.

Beberapa krim vitiligo populer yang dapat digunakan untuk menyamarkan kulit diantaranya Covermark dan Dermablend.

Bagaimana dengan perawatan menggunakan sinar ultraviolet (UV) untuk terapi repigmentasi pada vitiligo?

Sinar ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB), keduanya digunakan untuk perawatan penyakit ini.

Psoralen + sinar UVA (PUVA) sebenarnya merupakan radiasi UVA yang digunakan dengan psoralen, kelas senyawa fototoksik yang berasal dari tumbuhan dan berfungsi untuk meningkatkan aksi UVA, sehingga disebut PUVA.

Sementara UVB pita sempit (NB-UVB) adalah perawatan baru yang bekerja sedikit lebih baik daripada PUVA (psoralen + UVA) untuk repigmentasi.

Pasien NB-UVB juga melaporkan lebih sedikit mual dan kemerahan dibandingkan PUVA.

Hasil yang lebih cepat juga terlihat ketika NB-UVB dilakukan tiga kali seminggu.

Namun anda bisa melakukan perawatan ini dua kali seminggu saja untuk menekan biaya perawatan.

Hal yang paling penting adalah tubuh lebih baik dalam menoleransi NB-UVB dibandingkan PUVA, efek samping negatif yang ditimbulkan pun lebih sedikit.

Bagaimana dengan perawatan menggunaka laser?

Laser dan lampu excimer digunakan untuk mengobati area vitiligo yang lebih kecil dan memiliki efektivitas yang hampir sama.

Keduanya menggunakan panjang gelombang yang sama dengan NB-UVB, dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa laser bekerja lebih baik daripada NB-UVB.

Penelitian menunjukkan bahwa krim hidrokortison butirat (lokoid) jika digunakan dengan laser excimer akan dapat bekerja lebih baik dibandingkan penggunaan laser excimer saja.

Bagaimana dengan kombinasi obat dan sinar UV?

Bagi sebagian orang, fototerapi bekerja lebih baik bila dikombinasikan dengan perawatan vitiligo lainnya.

Berikut adalah beberapa perawatan kombinasi yang mungkin bekerja lebih baik dibandingkan perawatan ringan saja:

Krim kombinasi calcipotriene 005 persen (Dovonex) plus PUVA dapat bekerja lebih baik jika dibandingkan PUVA saja.

Begitu pula Azathioprine (Imuran), pil yang menurunkan sistem kekebalan ini saat digunakan dengan PUVA juga dapat bekerja lebih baik dibandingkan hanya menggunakan PUVA saja.

Dr Maria Vianney Sansan, Sp.KK, salah satu dokter kulit dan kelamin di klinik spesialis dermatologi dan estetika C Derma, melakukan terapi laser menggunakan UV Laser Solid State kepada salah satu pasien Vitiligo bernama Nurkomalasari, Kamis (25/2/2021) bertempat di Lotte Shopping Avenue, lantai 5 , Jakarta Selatan. Vitiligo merupakan penyakit kelainan kulit yang timbul bercak putih yang tampak berbeda dari warna kulit aslinya. TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Dr Maria Vianney Sansan, Sp.KK, salah satu dokter kulit dan kelamin di klinik spesialis dermatologi dan estetika C Derma, melakukan terapi laser menggunakan UV Laser Solid State kepada salah satu pasien Vitiligo bernama Nurkomalasari, Kamis (25/2/2021) bertempat di Lotte Shopping Avenue, lantai 5 , Jakarta Selatan. Vitiligo merupakan penyakit kelainan kulit yang timbul bercak putih yang tampak berbeda dari warna kulit aslinya. TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

Prednisolon yang merupakan sejenis pil steroid, jika ditambah terapi sinar UVB pita sempit dapat bekerja lebih baik dibandingkan steroid oral saja.

Terapi kombinasi dengan NB-UVB dan afamelanotide (Scenesse), implan di bawah kulit, dapat bekerja lebih baik dibandingkan NB-UVB saja, ini merupakan salah satu terapi vitiligo terbaru.

Apakah ada terapi alternatif lain?

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengobatan alternatif dan mengkonsumsi suplemen makanan dapat membantu meningkatkan vitiligo, namun penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk melihat seberapa efektif pengobatan ini.

Ada banyak pilihan perawatan untuk penderita vitiligo, termasuk krim obat, perawatan ringan, dan laser.

Nah, perawatan mana yang anda mulai mungkin bergantung pada seberapa banyak vitiligo yang anda miliki dan pada bagian tubuh mana saja area sebarannya.

Namun menggunakan kombinasi perawatan itu diyakini dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan hanya menggunakan satu perawatan saja.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas