Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penanganan Covid

9 TANYA JAWAB Seputar Vaksin Moderna: Berapa Efikasinya dan Haruskah Ibu Hamil Divaksin?

Ini 9 pertanyaan terkait vaksin Moderna. Seperti, berapa efikasinya, siapa yang harus divaksin, dan bolehkan ibu hamil divaksin?

9 TANYA JAWAB Seputar Vaksin Moderna: Berapa Efikasinya dan Haruskah Ibu Hamil Divaksin?
Joseph Prezioso / AFP | Freepik
ILUSTRASI Vaksin Moderna. Ini 9 pertanyaan terkait vaksin Covid-19 dari Moderna. Seperti, berapa efikasinya, siapa yang harus divaksin, termasuk bolahkan ibu hamil divaksin 

Sementara ini, vaksin Moderna juga tidak boleh diberikan kepada orang yang berusia kurang dari 18 tahun, sambil menunggu hasil penelitian lebih lanjut.

5. Berapa dosis yang dianjurkan?

Kelompok Ahli Penasihat Strategis WHO (SAGE) merekomendasikan penggunaan vaksin Moderna mRNA-1273 dengan dua dosis (100 g, 0,5 ml masing-masing) dengan jarak selama 28 hari.

Jika perlu, interval antara dosis dapat diperpanjang hingga 42 hari.

Penelitian telah menunjukkan dampak kesehatan masyarakat yang tinggi di mana intervalnya lebih lama dari yang direkomendasikan oleh EUL.

Oleh karena itu, negara-negara yang menghadapi kasus tinggi COVID-19 dengan kendala pasokan vaksin yang parah, dapat mempertimbangkan untuk menunda dosis kedua hingga 12 minggu, sementara dosis yang ada digunakan sebagai dosis pertama penerima lainnya.

Kepatuhan akan jadwal penerimaan vaksin dianjurkan dan produk yang sama harus digunakan untuk kedua dosis.

6. Apakah aman?

Pada 30 April, WHO memasukkan vaksin Moderna untuk penggunaan darurat.

Daftar Penggunaan Darurat (EUL) WHO menilai kualitas, keamanan, dan kemanjuran vaksin COVID-19 dan merupakan prasyarat untuk pasokan vaksin Fasilitas COVAX.

EMA telah menilai secara menyeluruh data tentang kualitas, keamanan, dan kemanjuran vaksin Moderna COVID-19 dan mengizinkan penggunaannya di seluruh Uni Eropa.

SAGE merekomendasikan agar semua penerima vaksin diamati setidaknya selama 15 menit setelah vaksinasi.

Mereka yang mengalami reaksi alergi parah langsung pada dosis pertama tidak boleh menerima dosis kedua.

7. Berapa efikasi vaksin itu?

Vaksin Moderna telah terbukti memiliki kemanjuran sekitar 94,1 persen dalam melindungi dari COVID-19, mulai 14 hari setelah dosis pertama.

8. Apakah vaksin Moderna bisa melawan virus varian baru?

Berdasarkan bukti sejauh ini, varian baru SARS-CoV-2, termasuk B.1.1.7 (Alpha) dan 501Y.V2 (Beta), tidak mengubah efektivitas vaksin mRNA Moderna.

Pemantauan, pengumpulan, dan analisis data varian baru dan dampaknya terhadap efektivitas diagnostik, perawatan, dan vaksin COVID-19 masih berlanjut.

9. Apakah vaksin ini mencegah infeksi dan penularan secara berkelanjutan?

WHO belum mengetahui apakah vaksin Moderna akan mencegah infeksi dan melindungi dari penularan selanjutnya.

Kekebalan bertahan selama beberapa bulan, tetapi durasi penuhnya belum diketahui.

Pertanyaan-pertanyaan penting ini sedang diteliti.

Sementara itu, kita harus menjaga protokol kesehatan, seperti memakai masker, physical distancing, cuci tangan, menjaga etika saat batuk, menghindari keramaian, dan memastikan ventilasi terjaga dengan baik.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Berita lainnya seputar vaksin Covid-19 Moderna

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas