Tribun Kesehatan

Penderita Kolesterol Aman Santap Opor di Hari Lebaran, Ganti Santan dengan Susu atau Bahan-bahan Ini

Hari Raya IdulFitri tidak jauh dengan makanan opor. Namun, apakah apakah penderita kolesterol terhitung aman mengonsumsi opor?

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
zoom-in Penderita Kolesterol Aman Santap Opor di Hari Lebaran, Ganti Santan dengan Susu atau Bahan-bahan Ini
Sajian Sedap
Resep Opor Ayam.Penderita Kolesterol Aman Santap Opor di Hari Lebaran, Ganti Santan dengan Susu atau Bahan-bahan Ini 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Hari Raya IdulFitri tidak jauh dengan makanan opor. Namun, apakah apakah penderita kolesterol terhitung aman mengonsumsi opor?

Menurut dr Santi dari Medical Center Kompas Gramedia, sebetulnya tidak bisa menyamaratakan larangan konsumsi opor pada penderita kolesterol.

Bagi sebagian orang dengan risiko misalnya kolestrol tinggi, pernah kena stroke, serangan jantung, gagal ginjal, hipertensi, perokok dan masih banyak lagi, sebaiknya dihindari.

"Atau bisa juga bikin opornya diakalin. Pada dasarnya kandungan kolestrol dalam opor tidak datang secara langsung," ungkapnya pada kanal YouTube Sonora FM, Senin (1/4/2022).

Baca juga: Momen Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Makan Opor Bersama di Hari Raya Idulfitri 1443 H

Baca juga: Makanan Lebaran Banyak yang Mengandung Kolesterol, Simak Tips Turunkan Kadar Kolesterol Pada Tubuh

Beberapa hal yang bisa meningkatkan kolestrol dalam darah ketika makan opor, adalah kandungan santan.

Lalu dipanaskan berulang kali. Kemudian biasanya berasal dari sumber protein hewani digunakan.

Misalnya opor ayam, daging sapi dan sebagainya. Sumber protein hewani inilah menjadi salah satu penyumbang kolestrol yang ada di dalam tubuh kita.

"Nah kalau mau ngakalin ganti santannya dengan susu. Susunya kalau mau betul bebas kolestrol, gunakan nabati. Segala bahan makanan nabati, tidak pernah ada kolestrol," kata dr Santi menambahkan.

Bisa juga menggunakan susu, almond, kacang, atau menggunakan kemiri.
Rasanya bisa menyerupai santan. Kemudian protein hewani bisa diganti dengan tahu.

Namun jika tetap ingin diganti dengan protein, pilih yang rendah kadar kolesterol.

Contoh, dibandingkan dengan sapi, gunakan ayam. Bagian ayam yang disarankan adalah dada.

Sedangkan jika opor menggunakan telur, maka bagian kuningnya jangan dimakan. Dr Santi juga menyarankan, ketika mengonsumsi opor, jangan makan lain yang miliki kolestrol tinggi.

"Jangan ditambahi dengan rendang, Nah pilih yang, misalnya sayur. Atau dalam gulai ketupat ada labu, kacang panjang, nangka, itu diambil. Kalau kuah santan dikit saja atau skip saja," pungkasnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas