Tribun Kesehatan

Hasil Penelitian: Perempuan Perlu Tidur Lebih Lama Daripada Pria

Penelitian menyebut perempuan membutuhkan sekitar 20 menit lebih lama tidur dibandingkan pria. Ini didasari kompleksnya kerja otak perempuan.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Willem Jonata
zoom-in Hasil Penelitian: Perempuan Perlu Tidur Lebih Lama Daripada Pria
Freepik
Ilustrasi Tidur Nyenyak. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Sebuah penelitian menunjukan perempuan perlu tidur lebih lama daripada pria. Hal ini didasari oleh kompleks-nya kerja otak perempuan

Penelitian dilakukan pada sekelompok sampel 210 pria dan wanita setengah baya.

Otak perempuan bekerja lebih keras di siang hari. Untuk itu, perempuan membutuhkan sekira 20 menit lebih lama tidur dibandingkan pria. 

Baca juga: Mendengkur Bukan Berarti Tidur Nyenyak, Jangan Biarkan, Cari Tahu Penyebabnya

"Salah satu fungsi utama tidur adalah membiarkan otak pulih dan memperbaiki dirinya sendiri," demikian papar penulis studi Jim Horne, yang juga seorang pakar dari Pusat Penelitian Tidur di Universitas Loughborough.

 Ia menjelaskan, saat tidur nyenyak, korteks sebagai bagian otak bertanggung jawab atas memori pikiran, bahasa dan sebagainya.

Kebutuhan tidur itu disebabkan kompleksitas dan intensitas aktivitas otak di siang hari.

"Semakin banyak otak digunakan di siang hari, semakin banyak yang perlu dipulihkan dan akibatnya, semakin banyak tidur yang dibutuhkan," ungkap dia.

Menurutnya, wanita cenderung multi tasking atau melakukan tugas sekaligus dan fleksibel, karena itulah mereka menggunakan lebih banyak otak daripada pria.

"Sehingga kebutuhan tidur mereka lebih besar. Rata-rata 20 menit lebih, tapi beberapa perempuan mungkin memerlukan sedikit lebih banyak atau lebih sedikit dari perkiraan ini," imbuh Prof Horne.

Meski demikian, pria yang memiliki pekerjaan kompleks yang melibatkan banyak pengambilan keputusan dan pemikiran lateral juga cenderung membutuhkan lebih banyak tidur daripada rata-rata pria.

Studi tersebut juga menemukan bahwa kualitas tidur buruk pada perempuan berkaitan dengan sejumlah efek samping. 

Meningkatnya tingkat tekanan psikologis dan perasaan permusuhan, depresi, dan kemarahan yang lebih besar semuanya ditemukan kebanyakan pada perempuan yang tidurnya kurang nyenyak, bukan pada pria.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas