Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Cara Mengobati Penyakit Leptospirosis, Berikut Gejala hingga Pencegahannya

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira Interrogans, berikut cara mengobati Leptospirosis, lengkap dengan gejala hingga pencegahannya.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Sri Juliati
zoom-in Cara Mengobati Penyakit Leptospirosis, Berikut Gejala hingga Pencegahannya
Kompas.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Waspada Penyakit Leptospirosis - Berikut cara mengobati Leptospirosis, lengkap dengan gejala hingga pencegahannya. Beberapa jenis hewan yang dapat menjadi pembawa leptospirosis adalah anjing, hewan pengerat seperti tikus, dan kelompok hewan ternak seperti sapi atau babi. 

- Gangguan pada ginjal yang dapat berujung dengan kondisi gagal ginjal.

- Gangguan pada otak yang ditunjukkan dengan gejala meningitis.

- Gangguan pada jantung yang memicu peradangan jantung (miokarditis) atau gagal jantung.

Cara Mengobati Leptospirosis

Leptospirosis dapat diobati dengan antibiotik untuk membasmi bakteri dan mengembalikan fungsi tubuh yang terganggu.

Obat antibiotik yang umumnya digunakan untuk leptospirosis adalah penisilin dan doksisiklin.

Namun, untuk kasus yang ringan, pasien dapat diberikan obat antibiotik tablet.

Rekomendasi Untuk Anda

Antibiotik biasanya diberikan selama 1 minggu dan harus dikonsumsi hingga obat habis untuk memastikan infeksi sudah bersih.

Dalam waktu beberapa hari setelah pengobatan, kondisi penderita mulai membaik.

Jika penyakit leptirospirosis berkembang lebih parah atau sering disebut penyakit Weil, maka pasien perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Pada kondisi ini, antibiotik akan disuntikkan ke dalam pembuluh darah vena dalam tubuh.

Saat infeksi telah menyerang organ tubuh, maka beberapa penanganan tambahan diperlukan untuk menjaga sekaligus mengembalikan fungsi tubuh, seperti:

- Infus cairan, untuk mencegah terjadinya dehidrasi pada penderita yang tidak bisa minum banyak air.

- Pemantauan terhadap kerja jantung.

- Pemakaian alat bantu pernapasan jika terjadi gangguan pernapasan pada penderita.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas