Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Anak Sekolah Rentan Terdampak Polusi Udara, Ini Tips Bagi Orang Tua untuk Mengantisipasinya

Anak-anak menjadi kelompok paling rentan terdampak polusi udara. Kondisi kesehatan mereka bisa terganggu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Anak Sekolah Rentan Terdampak Polusi Udara, Ini Tips Bagi Orang Tua untuk Mengantisipasinya
Shutterstock
Ilustrasi anak sekolah dasar. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kualitas udara di Jakarta dinyatakan masih belum sehat, khususnya bagi kelompok rentan. Anak-anak misalnya.

Dikutip dari laman IQAir pukul 06.31 WIB, US Air Quality Index (AQI US) atau indeks kualitas udara di Ibu Kota tercatat diangka 110.

Terkait polusi udara, anak-anak menjadi kelompok paling rentan. Kondisi kesehatan mereka bisa terganggu.

Lalu apa yang bisa dilakukan orangtua mencegah paparan polusi udara saat anak pergi ke sekolah? 

Baca juga: WFH Dinilai Tak Efektif Kurangi Polusi Udara di Jakarta

Terkait hal ini, Pengurus Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Nuryunita Nainggolan bagikan beberapa tips yang bisa dilakukan orangtua. 

Pertama, ia menyarankan orangtua untuk selalu mengecek kondisi udara lewat aplikasi. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya memberi saran orangtua mengecek kualitas udara, melalui internet, atau aplikasi tentang kualitas udara," ungkapnya pada konferensi pers virtual, Jumat (18/8/2023). 

Orangtua dapat mengetahui keadaan udara dan paparannya harus dihindari.

Salah satu cara dengan menggunakan masker.  

Kedua, orangtua mungkin bisa bernegosiasi dengan sekolah.

"Anak tetap sekolah tentunya. Kecuali derajat (polisi) sudah sangat berbahaya. Sekolah mungkin memaskai masker dalam perjalanan,"paparnya. 

Selain itu, pihak sekolah bisa menutup ruangan dan menggunakan pendingin udara. 

Dengan tujuan, polusi tidak masuk ke dalam kelas. 

"Kalau bisa menggunakan AC atau ditutup supaya udara luar tidak masuk," katanya lagi. 

Cara ini dilakukan ketika udara dinyatakan sedang tidak sehat. 

Jika kondisi udara sehat, maka tidak mengapa kelas dibiarkan terbuka. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas