Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Ahli Ingatkan Masyarakat Punya Peran Cegah Ancaman Pandemi di Masa Depan

Penyakit X digunakan ilmuwan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk merujuk pada patogen yang belum diketahui dan berpotensi menjadi pandemi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ahli Ingatkan Masyarakat Punya Peran Cegah Ancaman Pandemi di Masa Depan
Pixabay
Ilustrasi penyakit X. Istilah penyakit X digunakan ilmuwan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk merujuk pada patogen yang belum diketahui dan berpotensi menjadi pandemi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Belakangan, istilah istilah “Disease X” atau penyakit X ramai diperbincangkan. 

Penyakit X sendiri digunakan oleh beberapa ilmuwan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk merujuk pada patogen yang belum diketahui dan berpotensi menyebabkan pandemi seperti Covid-19.

Istilah ini sebenarnya telah dipakai WHO pertama kali sekitar tahun 2018.

Tapi muncul kembali dan ramai diperbincangkan publik ketika Covid-19 menyebar pada awal 2020.

Terkait adanya potensi pandemi di masa depan, menurut Ahli Kesehatan Masyarakat sekaligus Epidemiolog Dicky Budiman, masyarakat punya peran penting di bagian pencegahan. 

"Sangat penting, dalam epidemiologi pada suatu wabah, baik itu lokal mau pun global itu selalu bermula dari 1 orang, atau yang disebut dengan zero case," ungkapnya pada Tribunnews, Sabtu (27/1/2024). 

Rekomendasi Untuk Anda

Kasus nol adalah satu individu yang bisa muncul karena beberapa sebab. 

Apakah itu karena keteledoran, ketidakpatuhan, di laboratorium, atau di pasar.

Oleh karena itu, kata Dicky di mana pun masyarakat berada, penting untuk menerapkan prinsip kehati-hatian. 

"Jadi kehati-hatian ini termasuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)," tegasnya. 

Baca juga: Ramai Soal Pembahasan Penyakit X, Ahli Sebut Indonesia Termasuk Rawan

Misalnya, saat berada di hutan, lakukan upaya perlindungan seperti memakai masker dan tidak sembarangan mengonsumsi buah-buahan. 

"Ada buah liar di makan saja, mungkin buah dikencingi kelelawar buah ada virusnya," jelas Dicky. 

PHBS juga perlu diterapkan di pasar. Apa lagi jika pasar masih belum tertata dengan baik. 

"Gabung pasar basah dan kering. Ada pemotongan hewan di situ, tidak pakai masker, sarung tangan.  Inilah contoh peran individu yang penting dalam perilaku hidup bersih sehat," tegasnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas