Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Ketahui Dua Efek Samping Usai Pemasangan Ring Jantung yang Perlu Diwaspadai

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa penyakit jantung koroner jadi penyebab kematian nomor dua di Indonesia setelah stroke.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ketahui Dua Efek Samping Usai Pemasangan Ring Jantung yang Perlu Diwaspadai
Shutterstock
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa penyakit jantung koroner jadi penyebab kematian nomor dua di Indonesia setelah stroke.

Penyebab utama dari penyakit ini adalah adanya penumpukan plak atau kolesterol di pembuluh darah koroner yang bertugas mensuplai darah untuk jantung.

Salah satu intervensi yang digunakan yaitu membuka atau melebarkan arteri pembuluh darah yang tersumbat dengan mengembangkan ring atau stent.

Namun, pemasangan ring atau stent ini berpotensi munculkan dua risiko gangguan kesehatan.

Hal ini ini diungkapkan oleh Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah sekaligus Konsultan Intervensi di Heartology Hospital, dr. Adrianus Kosasih, Sp.JP(K).

Menurutnya ada dua masalah pasca pemasangan ring jantung yang dapat muncul.

Rekomendasi Untuk Anda

"Penggumpalan darah dalam stent (jangka pendek) hingga muncul plak dalam stent yang menyebabkan penyempitan. Keadaan tersebut dapat saja terjadi," ungkapnya pada media briefing di Jakarta Selatan, Jumat (1/3/2024).

Ia pun menjelaskan kenapa ini bisa terjadi. Pertama, stent jantung adalah benda asing yang berasal dari tubuh.

Biasanya, ketika ada benda asing yang masuk, akan terjadi penggumpalan pada darah.

Akibatnya, bisa timbul sumbatan setelah tindakan pemasangan stent.

Kedua, bisa saja karena pemasangan ring yang belum tepat.

Ukuran dan panjangnya tidak sesuai, atau pelekatan yang kurang tepat.

"Sumbatan ulang pada ring jantung dapat disebabkan karena prosedur pemasangan ring yang kurang tepat, misalnya karena ring dikembangkan kurang optimal," jelas dr Andrianus lagi.

Akibat dua hal ini, biasanya akan terjadi gejala berulang.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas