Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Pakar Kesehatan Ungkap Alasan Kasus DBD Banyak Ditemukan pada Anak

anak sekolah dasar (SD) juga sering terkena episode pertama atau pertama kali terkena DBD. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pakar Kesehatan Ungkap Alasan Kasus DBD Banyak Ditemukan pada Anak
Shutterstock
Ilustrasi bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD) - Salah satu penyebab adalah anak khususnya bawah lima tahun, dominan masih paling banyak beraktivitas di rumah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah  Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anak menjadi salah satu kelompok yang rentan terinfeksi demam berdarah dangue (DBD). 

Lebih lanjut, praktisi kesehatan masyarakat, dr Ngabila Salama ungkap alasan kenapa DBD banyak ditemukan pada anak.

Salah satu penyebab adalah anak khususnya bawah lima tahun, dominan masih paling banyak beraktivitas di rumah. 

"Anak sekolah umumnya ke sekolah jam 8-10 dan bermain di luar rumah seperti bermain bola sepeda jam 15-17 sore. Kedua waktu tersebut, nyamuk aedes aegepty vector demam berdarah sangat aktif," ungkapnya Ngabila pada keterangannya, 

Baca juga: Jus Jambu Bisa Tingkatkan Trombosit Pada Penderita Demam Berdarah? Cek Faktanya

Selain itu kata Ngabila, anak sekolah dasar (SD) juga sering terkena episode pertama atau pertama kali terkena DBD. 

Berbeda dengan anak, orang dewasa lebih banyak tanpa gejala karena sudah terkena DBD beberapa kali.

Rekomendasi Untuk Anda

"Lalu kenapa kasus DBD pada dewasa banyak ditemukan saat ini dan bergejala? Ada empat kemungkinan yang terjadi," imbuhnya. 

Pertama, kasus penularannya sedang tinggi dan banyak di masyarakat. 

Kemungkinan  sebagian tidak terdeteksi karena tidak bergejala.

Kedua, kemungkinan adanya varian baru belum dapat disingkirkan.

Ketiga, berbarengan dengan puasa sehingga efek dehidrasi keliatan lebih nyata pada dewasa. 

Keempat, efek long covid-19 yang mungkin mengubah respon imunitas manusia sehingga walaupun virusnya sama, tetapi respon imunitas yang ditimbulkan berbeda.
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas