Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Mengapa Perempuan Mudah Baper dan Mood Berubah? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mengapa perempuan kerap mengalami perubahan mood yang signifikan atau dianggap lebih sensitif dan mudah baper? 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mengapa Perempuan Mudah Baper dan Mood Berubah? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Freepik
ilustrasi menangis. Mengapa perempuan kerap mengalami perubahan mood yang signifikan atau dianggap lebih sensitif dan mudah baper?  

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior

Ringkasan Berita:
  • Perempuan kerap mengalami perubahan mood yang signifikan.
  • Kaum hawa dianggap lebih sensitif dan mudah baper, mengapa demikian?
  • Psikiater Filmore Medical Clinic, dr. Karina Kalani, Sp.KJ, menjelaskan fluktuasi suasana hati.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mengapa perempuan kerap mengalami perubahan mood yang signifikan atau dianggap lebih sensitif dan mudah baper

Ternyata kondisi ini memiliki dasar ilmiah yang kuat, berkaitan dengan faktor biologis dan psikologis.

Baca juga: Netizen Baper Lihat Foto Arbani Yasiz Dorong Kursi Roda Mawar Dejongh

Psikiater Filmore Medical Clinic, dr. Karina Kalani, Sp.KJ, menjelaskan fluktuasi suasana hati pada perempuan bukanlah hal sepele. 

Perubahan tersebut merupakan respons tubuh terhadap dinamika hormon, aktivitas otak, serta proses internalisasi emosi yang berlangsung terus-menerus.

Dari sisi biologis, hormon memegang peranan besar dalam mengatur mood.

Baca juga: 10 Manfaat Melamun untuk Kesehatan Otak: Jadi Liburan Mini di Pikiran, Menjaga Mood

Rekomendasi Untuk Anda

"Selain hormonal, memiliki dampak ke mood langsung dan berkaitan dengan peningkatan serotonin dan dopamin," kata dr. Karina Kalani di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Ia menerangkan serotonin berperan dalam menciptakan rasa tenang dan nyaman, sementara dopamin berkaitan dengan motivasi dan dorongan dalam mengambil keputusan.

Selama siklus menstruasi, kadar estrogen mengalami perubahan cepat. 

Di beberapa fase, estrogen dapat meningkatkan energi dan motivasi. 

Namun menjelang PMS, ketidakstabilan hormon ini memicu sensasi emosional yang lebih intens.

"Kalau siklus haid memang hormon estrogen sedang naik jadi semangat, motivasi, apa yang mau dikerjakan menuju waktu PMS itu meningkat. Itu karena ketidakstabilan estrogen," jelasnya.

Selain estrogen, hormon progesteron juga turut memengaruhi kondisi emosional. 

Ketika kedua hormon ini berfluktuasi, otak merespons dengan perubahan mood yang bisa terjadi dari hari ke hari.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas