Dokter Ingatkan Bahaya Air Banjir bagi Anak, Risiko Infeksi hingga Leptospirosis
Anak-anak yang bermain tanpa alas kaki atau tanpa pengawasan orang dewasa berisiko terluka, terseret arus, bahkan tenggelam meski di genangan dangkal.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
willy Widianto
Tidak hanya ancaman biologis, air banjir juga dapat membawa bahan kimia berbahaya seperti logam berat, pestisida, hingga limbah industri. Paparan dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan gangguan hormon, gangguan saraf, serta masalah kesehatan lainnya.
Bahaya lain yang kerap luput dari perhatian adalah risiko cedera fisik. Genangan banjir dapat menyembunyikan benda tajam, lubang, atau arus air yang tidak terlihat.
Anak-anak yang bermain tanpa alas kaki atau tanpa pengawasan orang dewasa berisiko terluka, terseret arus, bahkan tenggelam meski di genangan yang tampak dangkal.
Dicky Budiman menekankan bahwa pencegahan merupakan langkah paling efektif dan paling murah untuk melindungi kesehatan anak dari dampak banjir.
“Air banjir dikategorikan sebagai media penularan penyakit berisiko tinggi, khususnya pada anak,” tegasnya.
Ia mengimbau agar anak tidak dibiarkan bermain di air banjir atau genangan. Jika terpaksa melewati area terdampak banjir, anak harus menggunakan alas kaki. Anak yang terpapar air banjir juga disarankan segera mandi menggunakan air bersih dan sabun, serta membersihkan luka sekecil apa pun.
Baca juga: Ruas Jalan Gunung Sahari Banjir: Pemotor Matikan Mesin, Bus Transjakarta Sempat Tak Bisa Melintas
Edukasi kepada orang tua dan wali menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko kesehatan akibat banjir. Bermain air banjir bukanlah aktivitas yang aman bagi anak, melainkan aktivitas berisiko tinggi yang dapat memicu penyakit infeksi, cedera, hingga gangguan kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang.
Baca tanpa iklan