Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Sering Menahan Kencing? Awas Risikonya Tak Bisa Buang Air Kecil Sama Sekali

Banyak orang menahan pipis saat terjebak macet, berada di acara resmi dan ini dianggap sepele. Padahal, tak bisa dibiarkan karena berisiko.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Sering Menahan Kencing? Awas Risikonya Tak Bisa Buang Air Kecil Sama Sekali
Istimewa
BAHAYA MENAHAN KENCING - Ilustrasi. Banyak orang menahan pipis saat terjebak macet, berada di acara resmi dan ini dianggap sepele. Padahal, tak bisa dibiarkan karena berisiko. 

Menurut Prof. Agus, idealnya kencing tidak ditahan, tetapi terlalu sering buang air kecil juga perlu diwaspadai.

“Kalau ditanya, seberapa lama boleh menahan tipis? Harusnya nggak boleh. Tapi kalau terlalu cepat, itu juga tidak baik,” ujarnya.

Ia menyebut, frekuensi buang air kecil kurang dari satu jam sekali patut dicurigai dan perlu dicari penyebabnya. Sebaliknya, menahan kencing terlalu lama juga berisiko.

“Yang paling aman sebenarnya tidak lebih dari 3 jam,” kata Prof. Agus.

Meski dalam kondisi tertentu seperti olahraga atau perjalanan panjang bisa mencapai 4–5 jam, kebiasaan ini sebaiknya tidak dijadikan rutinitas harian.

Kebiasaan Sederhana yang Sering Diabaikan

Dalam praktik sehari-hari, Prof. Agus justru menekankan pentingnya kebiasaan sederhana: ke toilet sebelum bepergian, meski belum merasa sangat ingin kencing.

Ia menilai, fasilitas toilet di kota besar seperti Jakarta sudah jauh lebih memadai, sehingga tidak ada alasan untuk terus menahan.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, langkah kecil ini dapat mencegah risiko gangguan fungsi kandung kemih di kemudian hari.

Jika seseorang merasa frekuensi kencingnya terlalu sering atau justru jarang, Prof. Agus menyarankan untuk tidak mengabaikannya. 

Perubahan pola buang air kecil bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Menahan kencing mungkin terasa remeh, tetapi dampaknya bisa serius. 

Tubuh memiliki mekanisme alami yang sebaiknya tidak dilawan terlalu sering. 

Mendengarkan sinyal tubuh, kata Prof. Agus, adalah bentuk perawatan kesehatan paling dasar namun sering diabaikan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas