Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Kaki Anak Tampak O atau X, Normal atau Perlu Diperiksa? Ini Kata Dokter Ortopedi 

Bentuk kaki anak yang tampak O atau X kerap membuat orang tua panik.  Padahal, tidak semuanya kelainan. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kaki Anak Tampak O atau X, Normal atau Perlu Diperiksa? Ini Kata Dokter Ortopedi 
Istimewa
KONDISI KAKI ANAK - Kondisi kaki datar sangat umum terjadi dan merupakan bagian dari proses tumbuh kembang yang normal. Penggunaan orthotics dapat menjadi solusi pendukung apabila dibutuhkan. Bentuk kaki anak yang tampak O atau X kerap membuat orang tua panik.  Padahal, tidak semuanya kelainan.  

“Itu juga sesuatu yang bisa normal atau fisiologi. Biasanya bisa kita tunggu, dan kita jelaskan ke orang tua bahwa itu belum merah,” ujar dr. Aulia.

Bentuk X ini umumnya akan membaik dengan sendirinya dan mendekati kondisi dewasa saat anak berusia 7–8 tahun, dengan sudut X sekitar 5–7 derajat.


Saat Kaki O atau X Tak Lagi Normal

Meski sebagian besar bersifat fisiologis, ada kondisi tertentu yang membuat kaki O atau X perlu diwaspadai. Salah satunya berkaitan dengan kualitas tulang dan lempeng pertumbuhan.

Dr. Aulia menyebutkan bahwa defisiensi vitamin D kini cukup sering ditemukan dan berpengaruh besar pada pertumbuhan tulang anak.

“Ketika vitamin D-nya rendah, kalsiumnya sulit diabsorbsi. Kualitas tulang jadi lebih rendah dan bisa menyebabkan micro fracture di tulangnya,” paparnya.

Akibatnya, tulang bisa membentuk kelainan yang menetap. Kondisi ini dapat terlihat pada pemeriksaan rontgen, terutama jika ditemukan pelebaran di area lempeng pertumbuhan.

Selain vitamin D, gangguan pada lempeng pertumbuhan juga bisa disebabkan oleh kelainan bawaan, seperti skeletal dysplasia, trauma, infeksi, tumor, hingga gangguan otot seperti cerebral palsy.


Faktor Risiko yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Rekomendasi Untuk Anda

Beberapa faktor diketahui meningkatkan risiko kaki O atau X yang bersifat patologis, antara lain:

  • Defisiensi vitamin D
  • Berat badan anak berlebih
  • Anak berjalan terlalu dini (early walkers)
  • Riwayat trauma atau patah tulang
  • Kelainan bawaan tulang dan otot

  • Anak yang mulai berjalan di usia 8–9 bulan, misalnya, dikhawatirkan lempeng pertumbuhannya belum siap menahan beban tubuh.


Cara Sederhana Mengecek Kaki Anak di Rumah

Orang tua bisa melakukan pemeriksaan awal secara sederhana sebelum membawa anak ke dokter.

Saat anak tidur atau berdiri dengan rileks, rapatkan kedua kaki dan pastikan tempurung lutut menghadap ke depan.

Jika lutut bertemu tapi pergelangan kaki tidak, kondisi ini mengarah ke kaki X.
Sebaliknya, jika pergelangan kaki bertemu namun lutut berjauhan, itu mengarah ke kaki O.

Untuk anak laki-laki, jarak antar lutut lebih dari 8–10 cm pada kaki X, atau jarak antar lutut lebih dari 6 cm pada kaki O, sudah perlu diwaspadai dan sebaiknya dievaluasi lebih lanjut.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas