Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Dari Marathoner ke Penyintas Stroke, Iwet Ramadhan Ingatkan Pentingnya Cek Tensi

Iwet kini berkomitmen meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit jantung dan stroke di Indonesia.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
zoom-in Dari Marathoner ke Penyintas Stroke, Iwet Ramadhan Ingatkan Pentingnya Cek Tensi
Tribunnews.com/Eko Sutriyanto
Presenter Iwet Ramadhan saat acara Let’s Check the Beat, Kenali Aritmia dan Sadari Pentingnya Deteksi Aritmia Sejak Dini di Siloam Hospitals TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026). Iwet mengalami sakit kepala selama hampir empat minggu sebelum akhirnya didiagnosis mengalami stroke akibat perdarahan pada lapisan otak. 

Ringkasan Berita:
  • Iwet Ramadhan membagikan pengalaman usai mengalami stroke pada 2023 yang mengubah cara pandangnya tentang kesehatan
  • Meski aktif maraton seperti New York City Marathon, ia tak menyadari memiliki hipertensi dan risiko aritmia
  • Kini ia mengajak masyarakat rutin cek tekanan darah dan waspada faktor risiko sejak muda.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –  Presenter sekaligus desainer ternama, Iwet Ramadhan, membagikan pengalaman hidup yang mengubah cara pandangnya terhadap kesehatan.

Berawal dari stroke yang dialaminya pada Januari 2023, Iwet kini berkomitmen meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit jantung dan stroke di Indonesia.

“Janji saya setelah keluar rumah sakit waktu itu adalah ingin lebih banyak mengedukasi tentang penyakit jantung dan stroke. Karena saya sendiri tidak sadar punya hipertensi,” ujar Iwet saat acara Let’s Check the Beat, Kenali Aritmia dan Sadari Pentingnya Deteksi Aritmia Sejak Dini di Siloam Hospitals TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026).

Program ini bertujuan mengajak masyarakat mengenali aritmia, memahami faktor risikonya, serta melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan EKG.

Sebelum terkena stroke, Iwet merasa dirinya dalam kondisi prima.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia telah menuntaskan tiga ajang maraton internasional, termasuk New York City Marathon dan Berlin Marathon, serta aktif berlatih triathlon untuk persiapan Ironman.

“42 kilometer saya lari. Masa saya sakit? Itu pikiran saya waktu itu,” katanya.

Ia mengaku tidak memiliki kebiasaan buruk seperti pola makan sembarangan atau emosi berlebihan.

Namun, ada satu hal yang luput dari perhatiannya: kualitas tidur dan tingkat stres yang tinggi, terutama selama masa pandemi COVID-19.

Kurang tidur, tekanan kerja, serta stres berkepanjangan menjadi kombinasi berbahaya.

Iwet mengalami sakit kepala selama hampir empat minggu sebelum akhirnya didiagnosis mengalami stroke akibat perdarahan pada lapisan otak.

Operasi Besar dan Titik Balik Kehidupan

Kondisinya saat itu mengharuskannya menjalani tindakan operasi segera.

Ia bahkan memutuskan untuk mencukur habis rambutnya sebagai simbol titik balik dalam hidupnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas