Perawatan Bayi Prematur Kini Utamakan Keterlibatan Orangtua dan ASI
Keberhasilan perawatan bayi prematur merupakan kolaborasi seluruh tim medis, mulai dari perawat, bidan, hingga keterlibatan orang tua.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Erik S
Orang Tua Terlibat dalam Penyembuhan Bayi Prematur
Dr Tiwi menekankan keterlibatan orangtua memiliki pengaruh besar terhadap proses penyembuhan bayi prematur.
“Kalau dulu ada jam besuk dan orang tua tidak bebas masuk, sekarang justru kami dorong orang tua cepat masuk, memeluk, menyentuh, atau minimal memegang bayinya. Itu energi yang luar biasa,” katanya.
Menurut dia, sentuhan dan kedekatan emosional orang tua sama pentingnya dengan alat medis di ruang NICU.
“Kami selalu menjelaskan kepada keluarga bahwa fungsi orangtua sama pentingnya dengan alat-alat di NICU. Sentuhan, pelukan, dan doa itu sangat dibutuhkan bayi,” ujarnya.
Selain keterlibatan keluarga, optimalisasi pemberian air susu ibu (ASI) juga menjadi fokus utama dalam penanganan bayi prematur dan bayi dengan berat lahir rendah.
Menurut dr Adhi, pemberian ASI dari ibu kandung atau mother’s own milk (MOM) memiliki manfaat besar karena kandungan nutrisi dan faktor protektifnya menyesuaikan kebutuhan bayi prematur.
Baca juga: Tantangan Bayi Prematur Lanjutkan Hidup Setelah Lahir, Organ Belum Matang hingga Risiko Infeksi
“Pada bayi prematur, ASI ibu memiliki kandungan nutrisi dan faktor protektif yang paling sesuai dengan kebutuhan spesifik bayi,” katanya.
Karena itu, metode Kangaroo Mother Care (KMC) atau metode kanguru semakin didorong dalam layanan neonatal melalui kontak kulit langsung antara ibu dan bayi.
“Suara napas dan detak jantung ibu menjadi rangsangan penting bagi perkembangan bayi,” kata dr Tiwi.
Menurut dr Adhi, metode KMC tidak hanya membantu menjaga stabilitas fisiologis bayi, tetapi juga mendukung perkembangan bayi sekaligus meningkatkan produksi ASI ibu.
Pendekatan tersebut bahkan melibatkan ayah dan anggota keluarga lain dalam proses pendampingan bayi prematur.
“Perawatan bayi prematur tidak bisa hanya mengandalkan teknologi dan alat medis. Dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang bayi,” ujarnya.
Dalam praktiknya, dr Tiwi mengungkapkan pernah merawat bayi prematur dengan berat lahir hanya 700 gram pada usia kandungan 28 minggu.
“Sekarang beratnya sudah 1,9 kilogram setelah dirawat sekitar 70 hari,” ujarnya.
Baca tanpa iklan