Bukan Amblyopia, Ini Dampak Sebenarnya Screen Time Berlebihan bagi Mata Anak
Banyak orang tua percaya terlalu lama bermain gadget bisa menyebabkan mata malas. Anggapan ini begitu populer di masyarakat, tapi itu kesalahpahaman.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Banyak orang tua salah kaprah menganggap gadget penyebab mata malas (amblyopia). Secara medis, amblyopia adalah gangguan saraf, bukan akibat layar.
- Penggunaan gadget berlebih lebih berisiko menyebabkan mata minus (myopia) pada anak, bukan mata malas. Penting membatasi durasi layar dan waktu main.
- Untuk cegah mata lelah akibat gadget, disarankan aktivitas luar ruangan minimal 2 jam sehari dan gunakan kompres hangat pada kelopak mata anak.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak orang tua percaya terlalu lama bermain gadget bisa menyebabkan mata malas.
Anggapan ini begitu populer di masyarakat, terutama ketika anak mulai memakai kacamata atau sulit fokus melihat.
Namun, benarkah screen time menjadi penyebab mata malas?
Dokter Spesialis Mata RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Tri Wahyu, Sp.M mengatakan ada kesalahpahaman yang cukup besar terkait istilah mata malas.
Mata Malas Bukan Karena Gadget
Menurut dr. Tri, istilah mata malas secara medis disebut amblyopia. Kondisi ini terjadi ketika perkembangan fungsi saraf penglihatan tidak optimal.
Baca juga: Terlalu Banyak Main Gadget, Psikolog Soroti Anak Zaman Sekarang Sulit Berpikir Kritis
"Kalau sebenarnya di kedokteran mata malas itu adalah amblyopia. Amblyopia itu dimana fungsi saraf mata dan fungsi otak belakang yang untuk melihat itu tidak berkembang secara maksimal. Ini bukan disebabkan oleh screen time yang lama," jelasnya pada media briefing di Jakarta Pusat, Kamis (4/6)2026).
Amblyopia lebih sering terjadi karena gangguan perkembangan visual, kelainan kelopak mata, atau hambatan pada jalur penglihatan.
Lalu Apa Dampak Screen Time?
Meski bukan penyebab mata malas, screen time panjang tetap memiliki dampak.
Paparan gadget berlebihan membuat mata terus bekerja pada jarak dekat. Akibatnya, bola mata mendapat rangsangan untuk memanjang.
"Screen time yang lama ini justru meningkatkan risiko matanya menjadi myopia atau minus," katanya.
Inilah sebabnya kasus rabun jauh pada anak semakin meningkat.
Batas Screen Time Anak yang Perlu Diperhatikan
Dokter Tri mengingatkan screen time tetap perlu dibatasi.
Anak dianjurkan memiliki aktivitas luar ruangan minimal dua jam per hari. Tujuannya bukan hanya untuk mata.
Aktivitas outdoor juga mendukung:
- Perkembangan sosial
- Pertumbuhan tulang
- Paparan sinar matahari pagi
- Tumbuh kembang keseluruhan