Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Kenali Gejala Kortisol Tinggi dan Cara Mengatasinya Tanpa Obat

Kortisol adalah hormon stres yang penting bagi tubuh, tetapi kadarnya yang terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Kenali Gejala Kortisol Tinggi dan Cara Mengatasinya Tanpa Obat
Pexels
KORTISOL TINGGI - Foto ilustrasi orang mengalami stres. Kortisol adalah hormon stres yang penting bagi tubuh, tetapi kadarnya yang terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit 

Ringkasan Berita:
  • Kortisol adalah hormon stres yang penting bagi tubuh, tetapi kadarnya yang terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit 
  • Kortisol dapat memicu gejala seperti perut buncit, kecemasan, serta gangguan tidur. 
  • Para ahli menyarankan tujuh cara alami untuk menurunkan kortisol, termasuk tidur cukup, olahraga ringan, meditasi, pola makan sehat, dan menjaga hubungan sosial.

 

TRIBUNNEWS.COM - Merasa lelah tetapi sulit rileks? Berat badan terus bertambah di area perut meski sudah berusaha menjaganya? Atau sering terbangun pukul 3 pagi dengan pikiran yang terus memikirkan pekerjaan esok hari? Jika ya, hormon stres Anda mungkin sedang bekerja terlalu keras.

Kabar baiknya, menurunkan kadar kortisol tidak memerlukan perubahan besar dalam hidup.

Mengutip womansworld.com, beberapa langkah kecil yang didukung penelitian dapat membantu menyeimbangkan hormon ini sekaligus mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan.

Apa Itu Kortisol?

Kortisol adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal dan berperan penting dalam membantu tubuh merespons stres, jelas Dr. Eve Elizabeth K. Pennie.

Dalam kondisi normal, kadar kortisol meningkat pada pagi hari untuk membantu tubuh bangun dan menurun pada malam hari agar tubuh dapat beristirahat.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut pakar ketahanan mental Dr. Eva Selhub, kortisol dalam jumlah yang sehat membantu mengatur kadar gula darah, tekanan darah, metabolisme, fungsi kekebalan tubuh, hingga daya ingat.

Masalah muncul ketika kadar kortisol tetap tinggi sepanjang waktu.

Baca juga: Alasan Tidak Boleh Minum Kopi Saat Perut Kosong, Bisa Sebabkan Peningkatan Hormon Kortisol

Apa Penyebab Kortisol Tinggi?

Beberapa faktor sehari-hari dapat menyebabkan kadar kortisol tetap tinggi, antara lain:

  • Stres kronis yang membuat tubuh terus berada dalam mode "lawan atau lari" (fight or flight).
  • Kurang tidur atau bekerja pada shift malam.
  • Penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang.
  • Gangguan hormon seperti sindrom Cushing.
  • Obesitas atau diabetes yang tidak terkontrol dengan baik.

Wanita berusia di atas 50 tahun memiliki risiko lebih tinggi. Saat kadar estrogen dan progesteron menurun selama menopause, pusat pengendali stres di otak menjadi lebih sensitif dan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali normal. Akibatnya, stres ringan pun dapat terasa lebih berat.

Gejala Kortisol Tinggi

Jika kadar kortisol terus meningkat dalam jangka panjang, berbagai masalah kesehatan dapat muncul, seperti:

  • Tekanan darah tinggi.
  • Diabetes tipe 2.
  • Penyakit jantung.
  • Osteoporosis.
  • Depresi.

Gejala yang sering terjadi meliputi:

  • Penumpukan lemak di area perut ("perut kortisol").
  • Wajah tampak lebih bulat atau "moon face".
  • Kelelahan.
  • Kecemasan.
  • Kulit menjadi lebih tipis.
  • Gangguan daya ingat.
  • Keinginan mengonsumsi makanan manis.
  • Lebih sering terkena infeksi.

Menyeimbangkan kembali kadar kortisol dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, suasana hati, fokus, sistem kekebalan tubuh, serta mempermudah pengelolaan berat badan.

7 Cara Sederhana Menurunkan Kortisol

1. Prioritaskan Tidur

Usahakan tidur 7 hingga 9 jam setiap malam untuk membantu memulihkan ritme alami kortisol.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas