Kenali Gejala Kortisol Tinggi dan Cara Mengatasinya Tanpa Obat
Kortisol adalah hormon stres yang penting bagi tubuh, tetapi kadarnya yang terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit
Editor:
Tiara Shelavie
Sebuah penelitian di Jepang menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di alam selama 15 menit saja dapat menurunkan kadar kortisol.
Bahkan, tiga kali kunjungan ke alam selama 20 hingga 30 menit per minggu terbukti memberikan penurunan signifikan dalam waktu delapan minggu.
7. Jaga Hubungan Sosial
Kesepian menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar saat ini.
Menghabiskan waktu bersama teman, keluarga, atau bahkan hewan peliharaan dapat membantu menjaga kadar kortisol tetap terkendali.
Suplemen yang Dapat Membantu Menurunkan Kortisol
Menurut Dr. Selhub, beberapa suplemen yang dapat mendukung upaya menurunkan kortisol meliputi:
- Magnesium (200–400 mg per hari).
- L-theanine (200–400 mg per hari).
- Omega-3 (1–2 gram EPA dan DHA per hari).
- Vitamin C (500–1.000 mg per hari).
- Ashwagandha (300–600 mg per hari untuk penggunaan jangka pendek selama 8–12 minggu).
Namun, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun.
Jika gejala terus berlanjut, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan kortisol melalui tes air liur, darah, atau urin 24 jam untuk mengetahui pola hormon stres dalam tubuh.
Dengan perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari, Anda dapat memperoleh hari-hari yang lebih tenang, tidur yang lebih baik, dan kesehatan yang lebih optimal.
(*)