Kenali Gejala Kortisol Tinggi dan Cara Mengatasinya Tanpa Obat
Kortisol adalah hormon stres yang penting bagi tubuh, tetapi kadarnya yang terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit
Editor:
Tiara Shelavie
Sebuah penelitian menemukan bahwa menuliskan daftar tugas untuk esok hari selama lima menit sebelum tidur dapat membantu orang yang stres tertidur lebih cepat.
2. Ambil Istirahat Singkat
Anda tidak perlu berlibur selama seminggu untuk mengurangi stres.
Ahli gizi Dawn Jackson Blatner menyarankan untuk mengambil jeda singkat, berdiri dari kursi, dan menghirup udara segar. Bahkan satu menit berada di luar ruangan sambil mendengarkan suara burung dapat membantu menenangkan sistem saraf.
3. Bergerak Lebih Banyak
Aktivitas fisik rutin seperti berjalan cepat, bersepeda, atau olahraga intensitas sedang membantu mengatur hormon stres dan menurunkan kadar kortisol.
Bonusnya, sebuah penelitian menemukan bahwa berjalan selama 15 menit dapat mengurangi keinginan mengonsumsi makanan manis.
Namun, hindari latihan intensitas sangat tinggi setiap hari karena justru dapat meningkatkan kortisol.
4. Coba Teknik Mindfulness atau Tapping
Meditasi, yoga, dan latihan pernapasan terbukti dapat mengurangi stres secara signifikan.
Jika tidak menyukai meditasi, Anda bisa mencoba teknik tapping, yaitu mengetuk titik-titik tertentu pada tubuh yang berkaitan dengan titik akupunktur untuk membantu mengurangi kecemasan dan menurunkan kortisol.
5. Konsumsi Makanan yang Menjaga Gula Darah Stabil
Pola makan yang kaya serat, protein, dan lemak sehat membantu mencegah lonjakan dan penurunan gula darah yang dapat memicu peningkatan kortisol.
Kabar baik bagi pencinta cokelat, penelitian di Inggris menemukan bahwa mengonsumsi 25 gram cokelat hitam setiap hari selama empat minggu dapat menurunkan kadar kortisol hingga 29 persen.
6. Luangkan Waktu di Alam Terbuka