Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ibu di Palembang Masukkan Bayi ke Mesin Cuci hingga Tewas: Hanya Sementara Ditaruh di Situ

Seorang wanita berinisial ST mengaku tak berniat untuk membunuh bayi yang baru dilahirkannya. Bayi tersebut adalah hasil hubungan gelap dengan pacar.

Ibu di Palembang Masukkan Bayi ke Mesin Cuci hingga Tewas: Hanya Sementara Ditaruh di Situ
tribunnews.com
Ilustrasi pembunuhan bayi. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang wanita berinisial ST mengaku tak berniat untuk membunuh bayi yang baru dilahirkannya.

Diketahui, ST sempat memasukkan bayinya ke dalam mesin cuci.

Namun ST mengaku hanya sementara memasukkan bayinya ke dalam mesin cuci.

"Hanya sementara diletakkan di situ (mesin cuci). Rencananya mau dibawa ke panti asuhan," ujar ST, di Mapolresta Palembang, Selasa (5/11/2019).

ST melahirkan bayinya secara sembunyi-sembunyi.

Ini karena bayi tersebut merupakan hasil hubungan dengan pacarnya, AD.

Sementara, AD kabur entah kemana setelah mendengar kabar ST hamil.

ST kemudian berupaya menutupi kehamilannya, hingga tak ada seorangpun yang tahu.

Hingga akhirnya pada Senin (4/10/2019), ST melahirkan tanpa bantuan siapapun di kamar mandi.

Sebelumnya diberitakan, bayi laki-laki tewas setelah dimasukkan ke dalam mesin cuci oleh ibunya, ST yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Palembang, Sumatera Selatan.

Dari informasi yang dihimpun, bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh rekan ST.

Dia mendengar suara tangis bayi. Setelah sumber suara diikuti, ia membuka mesin cuci dan terkejut melihat bayi itu ada di dalam mesin cuci.

Bayi kemudian dibawa ke ke Rumah Sakit Siloam Palembang untuk menjalani perawatan.

Namun, karena kondisinya yang lemah, bayi ini akhirnya meninggal dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk divisum. (Kompas.com/Aji YK Putra)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ibu yang Masukkan Bayi ke Mesin Cuci hingga Tewas: Saya Cuma Meletakkan Sebentar"

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Ifa Nabila
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas