Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kementerian PUPR Canangkan Gerakan Bangun Rumah Subsidi Berkualitas dan Latih 3 Ribu Tenaga Kerja

Kementerian PUPR juga membuka Pelatihan 3000 Tenaga Kerja Manajemen Konstruksi bagi Pengembang untuk mendukung Bangun Rumah Subsidi Berkualitas.

Kementerian PUPR Canangkan Gerakan Bangun Rumah Subsidi Berkualitas dan Latih 3 Ribu Tenaga Kerja
Istimewa
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya memenuhi kebutuhan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah, salah satunya dengan mencanangkan Gerakan Bangun Rumah Subsidi Berkualitas 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya memenuhi kebutuhan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah, salah satunya dengan mencanangkan Gerakan Bangun Rumah Subsidi Berkualitas, Selasa (18/5/2021) di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta.

Pada saat yang sama, Kementerian PUPR juga membuka Pelatihan 3000 Tenaga Kerja Manajemen Konstruksi bagi Pengembang untuk mendukung gerakan tersebut.

Acara pembukaan Gerakan Bangun Rumah Subsidi Berkualitas dilakukan melalui penandatanganan dan pembacaan komitmen oleh 21 ketua asosiasi pengembang perumahan, kemudian dilanjutkan oleh pembukaan pelatihan oleh Menteri PUPR.

Dalam sambutannya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, program subsidi perumahan masih tetap menjadi prioritas Presiden Jokowi, meskipun ada pemfokusan kembali (refocusing) anggaran.

"Meskipun adanya refocusing anggaran saat pandemi COVID -19, subsidi perumahan tetap ditingkatkan demi mempercepat pemenuhan kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia,” ujar Basuki, dikutip dari rilis yang diterima Tribunnews, Rabu (19/5/2021).

Gerakan Bangun Rumah Subsidi Berkualitas diwujudkan melalui bantuan pembiayaan perumahan oleh Pusat Pengelolaan dan Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (DJPI), Kementerian PUPR.

Bantuan pembiayaan meliputi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).

Selain itu, proses pembangunan rumah subsidi turut dipermudah dengan pemanfaatan aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPeTruk). Dengan aplikasi tersebut, pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dapat memastikan setiap proses konstruksi berjalan akuntabel dan transparan.

Gerakan bangun rumah subsidi berkualitas 2
Pembacaan komitmen bersama Gerakan Bangun Rumah Subsidi Berkualitas oleh 21 ketua asosiasi pengembang perumahan, Selasa (18/5/2021) di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta.

Pembacaan komitmen bersama Gerakan Bangun Rumah Subsidi Berkualitas oleh 21 ketua asosiasi pengembang perumahan, Selasa (18/5/2021) di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta. (Kementerian PUPR)

Basuki berharap Gerakan Bangun Rumah Subsidi Berkualitas dapat menggerakan iklim usaha industri perumahan selain konstruksi. Ia juga ingin menghilangkan persepsi rumah subsidi yang umumnya tidak layak huni.

"Persepsi rumah subsidi yang berkualitas rendah harus dihilangkan. Saat ini rumah subsidi harus menjadi rumah yang berkualitas dan layak huni. Bukan saja bangunannya tetapi juga lingkungannya," tegas Basuki.

Sementara itu, Basuki mengatakan pelatihan tenaga kerja manajemen konstruksi yang diikuti sekitar 3000 peserta se-Indonesia ini baru sebagian dari total masyarakat yang berminat mengikutinya.

"Faktor Sumber Daya Manusia (SDM) masih memiliki peran yang sangat besar dalam mewujudkan rumah berkualitas disamping penggunaan teknologi informasi," kata Basuki.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama (Dirut) PPDPP Arief Sabaruddin menyampaikan, pelatihan tenaga kerja yang dilaksanakan secara daring melalui 3 batch, tanpa dipungut biaya, dan materi yang diterima dijamin sama layaknya pelatihan reguler.

"Kami menggunakan pelatihan reguler dengan modul eksisting dari bina konstruksi dan ditambahkan modul aplikasi berbasis IT untuk pelatihannya," jelas Arief.

Ikuti kami di
Admin: Sponsored Content
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas