Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Insan Maritim Pelabuhan Panjang Berkomitmen Bebaskan Pelabuhan dari Pungli dan Premanisme

Segenap insan maritim Pelabuhan Panjang tandatangani komitmen bersama untuk wujudkan pelabuhan yang bebas dari pungli dan premanisme, Kamis, (17/6).

Insan Maritim Pelabuhan Panjang Berkomitmen Bebaskan Pelabuhan dari Pungli dan Premanisme
Kemenhub
Pimpinan dan pejabat dari masing-masing instansi maritim Pelabuhan Panjang serta para Pengemudi Kendaraan Truk, Petugas Bongkar Muat, operator crane, dan petugas keamanan lakukan penandatanganan banner sebagai bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan Pelabuhan Panjang yang bersih dari praktik Pungli dan Premanisme. 

TRIBUNNEWS.COM - Sebagai langkah menuju pelabuhan yang aman, nyaman dan bersahabat, segenap insan maritim Pelabuhan Panjang melakukan giat Rapat Koordinasi, Penandatanganan Komitmen Bersama, serta Sosialisasi Gerakan Bebas Pungli dan Premanisme, Kamis, (17/6) .

Giat ini dilaksanakan oleh seluruh instansi maritim Pelabuhan Panjang yang terdiri dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Panjang, PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Panjang, Pangkalan TNI Agkatan Laut (Lanal) Lampung, Direktorat Polairud Polda Lampung, KPP Bea dan Cukai Bandar Lampung, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Panjang, Kantor SAR Lampung, serta perwakilan Perusahaan Bongkar Muat.

Diawali dengan rapat koordinasi di Ruang Rapat Samudera Kantor KSOP Kelas I Panjang yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas Kepala Kantor KSOP Kelas I Panjang, Capt. Hendri Ginting, MM, telah disepakati untuk melakukan giat yang dilaksanakan secara Preemtif, Preventif, dan Represif terhadap segala bentuk Pungli dan Premanisme di Pelabuhan Panjang. Dalam kesempatan ini disepakati pula untuk dibentuk Tim Gabungan Pencegahan Pungli dan Premanisme Pelabuhan Panjang yang beranggotakan unsur Maritim Pelabuhan Panjang.

Dalam sambutannya, Hendri mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jasa serta mengurangi potensi terjadinya hambatan dalam operasional di pelabuhan yang disebabkan oleh praktik pungli dan premanisme, sehingga kelancaran arus logistik di Provinsi Lampung akan semakin baik lagi.

“Kondisi Pelabuhan Panjang saat ini memang sudah kondusif, namun demikian kita jangan sampai lengah atas kondisi ini, tindakan preventif perlu dilaksanakan melalui pengawasan yang berkesinambungan dan tentunya dukungan dari seluruh instansi maritim Pelabuhan Panjang sangat kami harapkan," ujar Hendri.

“Pelabuhan Panjang merupakan Pelabuhan Internasional yang telah menerapkan peraturan internasional dalam hal pengamanan pelabuhan (ISPS Code) yang tentunya harus comply dengan aturan tersebut, sehingga kondisi keamanan di area Pelabuhan harus benar-benar terjaga” imbuh Hendri.

Senada dengan Hendri, Kepala KSKP Panjang AKP. Anne Rose menyambut baik dibentuknya Tim Gabungan ini. Semoga kondisi Pelabuhan Panjang yang kondusif tetap terjaga melalui kegiatan Preemtif dan Preventif ini, diharapkan segala bentuk Pungli dan Premanisme di Pelabuhan Panjang tidak akan pernah terjadi, sehingga tidak perlu dilakukan tindakan represif.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan banner sebagai bentuk Komitmen Bersama untuk mewujudkan Pelabuhan Panjang yang Bersih terbebas dari praktik Pungli dan Premanisme. Komitmen bersama ini ditandatangani oleh para pimpinan dan pejabat dari masing-masing instansi maritim Pelabuhan Panjang, serta ditandatangani pula oleh para Pengemudi Kendaraan Truk, Petugas Bongkar Muat, operator crane serta petugas keamanan Pelabuhan.

Dalam kesempatan ini, General Manager PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Panjang, Adi Sugiri, memimpin langsung pelaksanaan sosialisasi di dalam area Terminal Umum Pelabuhan Panjang. Selain penandatanganan komitmen bersama, dilakukan pula sosialisasi Gerakan Pelabuhan Bersih melalui pembagian flyer/leaflet kepada para pengemudi truk dan tenaga bongkar muat serta penempelan stiker pada kaca depan kendaraan truk dan pos jaga.

“Semoga dengan komitmen bersama Gerakan Pelabuhan Bersih yang dicanangkan ini, Pelabuhan Panjang akan terbebas dari praktik pungli dan premanisme. Intinya adalah Jangan Memberi dan Jangan Menerima,” pungkasnya. (*)

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas