Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dukung Pasokan Listrik Papua-Papua Barat, Kemenhub dan PLN Sepakat Optimalkan Tersus Holtekamp

Tersus PLTU Holtekamp mulai beroperasi sejak tahun 2015, yang merupakan tindak lanjut dari peningkatan kebutuhan listrik di wilayah Papua.

Dukung Pasokan Listrik Papua-Papua Barat, Kemenhub dan PLN Sepakat Optimalkan Tersus Holtekamp
dok. Kemenhub
Penandatangan perjanjian kerja sama Tersus Holtekamp dilakukan oleh Kepala KSOP Kelas II Jayapura, Taher Laitupa dan General Manager (GM) PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Abdul Farid . 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Perhubungan cq Direkrorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Jayapura bersama PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) telah menandatangani perjanjian kerja sama Terminal Khusus (Tersus) Holtekamp, Papua.

Penandatangan dilakukan oleh Kepala KSOP Kelas II Jayapura, Taher Laitupa dan General Manager (GM) PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Abdul Farid .

Taher menjelaskan kerjasama tersebut dilakukan dalam rangka pengoperasian Tersus milik PT PLN yang berada di Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) perairan Jayapura.

"Dimana Tersus ini akan memberikan dukungan pasokan listrik untuk Papua dan Papua Barat, khususnya Kabupaten Jayapura dan sekitarnya," kata Taher, Senin (28/6).

Penandatanganan perjanjian sewa perairan tersus Holtekamp milik PT PLN wilayah Papua dan Papua barat merupakan amanat dari PP 15 tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Perhubungan.

Tersus PLTU Holtekamp mulai beroperasi sejak tahun 2015, yang merupakan tindak lanjut dari peningkatan kebutuhan listrik di wilayah Papua yang semakin meningkat di berbagai bidang usaha seperti industri, jasa perhotelan, percetakan, pertumbuhan perumahan, dan menyambut PON XX Papua Oktober mendatang.

Taher mengungkapkan, kedepannya Tersus Holtekamp Papua juga akan menjadi penyokong pasokan listrik untuk Pelabuhan Depapre. Dimana saat ini pelabuhan tersebut telah menjadi bagian dari Program Tol Laut melalui Trayek T-19.

"Untuk skala besar Tersus Holtekamp juga siap mensukseskan program pemerintah melalui tol laut dan mendukung pelabuhan Depapre menjadi pelabuhan Pioneer di wilayah Papua dan Papua barat," ujar Kasie Lala & Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas II Jayapura, Willem Thobias Fofid.

Untuk itu, pihaknya juga telah berdiskusi bersama PLN terkait bagaimana kesiapan menjadikan Pelabuhan Depapre sebagai pelabuhan hub di Indonesia Timur untuk perdagangan Asia Pasifik. "Yang tentunya sangat membutuhkan dukungan berbagai komponen termasuk listrik," ungkapnya.

Listrik merupakan salah satu komponen utama dalam pengoperasian Pelabuhan. Sehingga pasokannya harus selalu terjaga agar operasional tidak terganggu.

"Jadi tingkat okupansi kebutuhan yang semakin meningkat tentu dapat terlayani dengan hadirnya pengoperasian Tersus Holtekamp termasuk dukungan bagi Pengoperasian Pelabuhan Depapre kedepannya," tutupnya.

Acara penandatanganan kerjasama tersebut turut dihadiri oleh Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Pelabuhan KSOP Kelas II Jayapura Willem Thobias Fofid, Manajer UPK Unit Induk Wilayah Papua & Papua Barat Kurniawan; Senior Manager Teknik Pembangkitan Unit Induk Wilayah Papua & Papua Barat Hariyono; Tim Teknis Usaha Kepelabuhanan KSOP Jayapura, Imam Suroto; Tim Teknis Usaha Jasa Terkait, Ni Nengah Vera, Tim Teknis Usaha Jasa Terkait Jan Imbiri & Dessy serta Teknisi PLN Jayapura, Raymond Tangka. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas