Tribun

Peringati Sumpah Pemuda, WIMA INA Luncurkan Legal Help Desk

Legal Aid adalah help desk pendampingan bantuan hukum di bidang maritim bagi para perempuan yang bekerja di sektor kemaritiman

Editor: Content Writer
Peringati Sumpah Pemuda, WIMA INA Luncurkan Legal Help Desk
Kemenhub
Launching Legal Help Desk dan Webinar bertajuk Pencapaian "Perempuan Indonesia di Sektor Maritim" digelar Asosiasi Woman in Maritime (WIMA) Indonesia secara virtual pada Jumat (29/10/2021). 

TRIBUNNEWS.COM – Kesetaraan gender merupakan salah satu isu yang menjadi perhatian dunia di berbagai sektor, tidak terkecuali di sektor maritim. Penguatan peran perempuan di industri maritim sangatlah penting dalam mendukung keberlanjutan dan kesuksesan di dunia modern, di mana dibutuhkan keberagaman tenaga kerja.

Demikian disampaikan oleh Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, yang diwakili oleh Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Ahmad Wahid pada sambutannya di acara Webinar bertajuk Pencapaian Perempuan Indonesia di Sektor Maritim yang digelar Asosiasi Woman in Maritime (WIMA) Indonesia secara virtual pada hari ini, Jumat (29/10/2021).

WIMA INA, jelas Wahid, digagas untuk menaungi dan mendukung pemberdayaan perempuan di sektor maritim. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh WIMA INA ini, lanjutnya, harus tetap dilanjutkan di tahun-tahun mendatang sehingga nantinya semakin memiliki kapabilitas untuk menciptakan lingkungan yang memudahkan perempuan untuk dikenali dan memperoleh kesempatan dalam mengembangkan karir di bidang administrasi Kelautan, Pelabuhan, Perkapalan, Kepelautan dan Lembaga Pelatihan Maritim, maupun industri maritim lainnya.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, menurut Wahid, terus berupaya untuk memastikan dan menjamin bahwa Perempuan Indonesia mendapatkan kesetaraan gender dan pendidikan di sektor maritim. Hal ini, ujarnya berkaitan juga dengan akses terhadap sumber daya ekonomi.sendiri.

“Berbagai upaya telah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dalam mendorong kaum perempuan di Indonesia untuk berkiprah di sektor maritim dan berperan aktif mendukung perwujudan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” ujar Wahid.

Sebelumnya, Wahid menjelaskan, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan berkesempatan menghadiri pertemuan Asia Pacific Heads of Maritime Safety Agencies (APHoMSA) ke-21 yang diikuti oleh 26 negara.

Dalam pertemuan tersebut dibahas isu-isu strategis di bidang maritim, salah satu diantaranya yaitu membahas tentang peranan perempuan di dunia maritim Indonesia yang tergabung dalam Women In Maritime (WIMA) yang merupakan salah satu organisasi di bawah naungan International Maritime Organization (IMO).

Selain itu, Kementerian Perhubungan juga senantiasa mendukung program-program IMO yang mendukung pemberdayaan perempuan dalam dunia maritim, seperti misalnya pengangkatan tema ‘Empowering Women in Maritime Community' pada peringatan Hari Maritim Dunia tahun 2019 yang lalu.

“Seperti kita ketahui, sebagai salah satu organisasi di bawah naungan Perserikatan Banga-Bangsa (PBB), IMO berkomitmen untuk membantu negara anggota PBB untuk mencapai salah satu dari 17 (tujuh belas) Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yaitu terciptanya masa depan yang berkelanjutan, yang diakui dapat dicapai dengan mewujudkan kesetaraan gender,” jelasnya.

Oleh sebab itu tidaklah berlebihan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan senantiasa mendorong dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada perempuan Indonesia untuk meraih dan memperoleh kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam berkiprah di semua bidang dan lembaga Maritim.

berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas