Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sambut Libur Nataru, Lestari Moerdijat: Sosialisasi Pedoman Perjalanan Harus Ditingkatkan

Menurut Lestari, Pemerintah telah berkomitmen untuk memastikan keselamatan masyarakat, khususnya di jalur mudik dan wilayah rawan bencana. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Content Writer
zoom-in Sambut Libur Nataru, Lestari Moerdijat: Sosialisasi Pedoman Perjalanan Harus Ditingkatkan
dok. MPR RI
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. 

Menurut Robby, pada libur Natal dan Tahun Baru diperkirakan 80 persen pelaku perjalanan akan menggunakan angkutan jalan raya. 

Sehingga, tambah dia, kelancaran angkutan jalan menjadi salah satu kunci kesuksesan dalam penyelenggaraan transportasi pada masa Natal dan Tahun Baru. 

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, M.Si. mengungkapkan ada sejumlah fenomena atmosfer yang mewarnai masa libur Natal dan Tahun Baru. 

Antara lain, curah hujan tinggi yang dipengaruhi La Nina lemah, awan yang bergerak dari Samudera Hindia ke arah Barat, angin monsun Asia yang aktif, dan fenomena rob. 

Sejumlah fenomena tersebut, jelas Guswanto, mempengaruhi cuaca dan iklim di wilayah Indonesia. 

Menurut dia, potensi peningkatan curah hujan dan kecepatan angin sangat besar, terutama di Selat Sunda dengan kecepatan hingga 25 knott. 

Sehingga, jelas Guswanto, harus diwaspadai peningkatan ketinggian gelombang laut di sejumlah perairan dan kawasan penyeberangan antarpulau. 

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam upaya mengantisipasi kondisi tersebut, ungkap Guswanto, pihaknya menyediakan tautan yang menyediakan informasi jalur-jalur perjalanan yang aman dan nyaman, lengkap dengan perkiraan cuaca di wilayah tersebut. 

Baca juga: Teror Jelang Nataru, Pospol Gentong Tasikmalaya Jabar Dilempar Bom Molotov

Guru Besar Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, Suharko berpendapat sebagian besar tujuan pergerakan orang pada masa Natal dan Tahun Baru tahun ini adalah kawasan wisata. 

Pekerjaan rumah saat ini, tambah Suharko, adalah bagaimana sejumlah risiko yang berpotensi muncul tersebut dapat disampaikan kepada masyarakat untuk membangun kesadaran bersama. 

"Saya khawatir kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap sejumlah risiko yang akan dihadapi pada perjalanan libur Natal dan Tahun Baru belum terbangun, sehingga masyarakat kurang peduli," ujar Suharko. 

Hal itu, jelas dia, menjadi tugas pemerintah agar risiko-risiko yang ada mampu dijawab dengan sejumlah langkah mitigasi yang tepat. 

Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia, Tory Damantoro mengakui sejumlah tips menghadapi cuaca buruk saat perjalanan liburan Natal dan Tahun Baru yang disampaikan BMKG sangat bermanfaat bagi masyarakat. 

Pihak Kementerian Perhubungan, tambah Tory, harus mampu mengoordinasikan penyelenggaraan perjalanan libur Natal dan Tahun Baru, karena penanganannya tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. 

Menurut Tory, di wilayah Indonesia bagian Barat dan di Pulau Jawa pada masa liburan Natal dan Tahun Baru masyarakatnya lebih memilih untuk berkunjung ke sejumlah kawasan wisata. 

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas