Mendes Berkunjung ke NTT, Ajak Kembangkan Desa Wisata dan Desa Tematik
Mendes Yandri memuji potensi wisata yang dikelola BUMDesa Damai Lifuleo ini karena keindahan dan infrastruktur pendukungnya.
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) menyambangi BUMDesa Damai Lifuleo di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (15/5/2026).
BUMDesa yang dikunjungi oleh Mendes Yandri ini mengelola sejumlah destinasi wisata seperti Pantai Oesina, Pantai Salupu, Pantai Eno Kono, Kolam Air Tawar Tuadale dan Gua Kelelawar. Selain itu, terdapat pula Peternakan, Perikanan, Jasa Sewa dan Pertanian.
Turut hadir dalam kunjungan kerja Mendes Yandri, Asisten III Pemprov NTT Yohannes Oktovianus, Kadis PMD NTT Alexander Koroh, Sekda Kabupaten Kupang Mateldius Sanam, Kadis PMD Kabupaten Kupang Jon Sula, Camat Kupang Barat Villy Nakamnanuk, Forkompimda Kabupaten Kupang dan Kades Lifuleo Swingly Say.
Mendampingi Mendes Yandri, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Tabrani, Koordinator Provinsi NTT Zainul Arifin, dan Para Pendamping Desa.
Mendes Yandri memuji potensi wisata yang dikelola BUMDesa Damai Lifuleo ini karena lokasinya sangat indah serta memiliki infrastruktur pendukung yang dapat membuat wisatawan terbantu dan nyaman saat mengunjungi destinasi wisata ini.
"Saya lihat tadi sudah ada Sentra Kuliner, Gazebo, dan Pusat Informasi Eco Wisata yang bakal membantu para wisatawan untuk dapat informasi seputar Pantai Oesina ini," kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.
Baca juga: Mendes Yandri Susanto Ajak Mahasiswa Al Khairiyah Jadi Pelaku Ekspor Desa
Meskipun begitu, Mendes Yandri berharap agar pengelola BUMDesa Wisata ini terus berinovasi dan berbenah dengan menambah infrastruktur agar dapat membuat wisatawan tertarik untuk kembali datangi Pantai Oesina ini.
Dikatakan Mendes Yandri, promosi desa wisata melalui berbagai kanal, baik online maupun offline. Promosi yang efektif menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan pendapatan desa.
"Pelibatan warga desa meliputi pemandu wisata, pengrajin suvenir, dan pelaku seni. Pemberdayaan ini memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga desa," kata Mendes Yandri
Baca juga: Mendes Yandri Apresiasi Usulan BNN Masukkan Pelarangan Vape ke RUU Narkotika
Pada kesempatan ini, Mendes Yandri turut mengunjungi lokasi pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih Desa Lifuleo untuk memantau perkembangan terkini dalam pembangunan program prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Mendes Yandri mengatakan, desa saat ini telah menjadi subjek pembangunan, terbukti desa masuk dalam Asta Cita ke-6 yaitu Membangun dari Desa dan dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan.
Program prioritas Pemerintah tersebut juga menjadikan desa sebagai sasaran seperti Koperasi Desa Merah Putih yang nantinya miliki tujuh gerai atau unit usaha yaitu apotek, klinik, unit usaha simpan pinjam, kantor koperasi, pengadaan sembako, pergudangan atau cold storage, dan logistik.
"Mari kita sukseskan Koperasi Desa Merah Putih ini karena akan meningkatkan perputaran ekonomi di desa seluruh Indonesia dan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat desa," kata Mendes Yandri.
Selain KDMP, terdapat pula program Kana Bergizi Gratis (MBG), yang bukan hanya memberikan makan bergizi bagi anak-anak, tapi juga dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat desa.
Salah satu cara agar warga desa dapat berkontribusi menyukseskan MBG adalah dengan membangun Desa-desa Tematik seperti Desa Ayam Petelur, Desa Daging, Desa Ikan Nila hingga Desa Tomat dengan menyesuaikan potensi yang dimiliki desa.
Selain untuk kebutuhan MBG, Desa Tematik ini nantinya akan mendorong ketahanan pangan bagi Indonesia.
"Kebutuhan bahan baku program MBG ini sangat tinggi. Contoh telur dalam sehari dibutuhkan 80 juta butir telur, untuk itu hasil produksi warga desa ini nantinya dikumpulkan oleh BUMDesa yang kemudian salurkan ke Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," kata Mantan Wakil Ketua Komisi VIII ini.