Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

#BacaJakarta, Gebrakan Kreatif Pemprov DKI Giatkan Minat Baca Anak

Tahun ini, Pemprov DKI mencatat gebrakan kreatif untuk meningkatkan kegemaran baca anak-anak Jakarta. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Prov

#BacaJakarta, Gebrakan Kreatif Pemprov DKI Giatkan Minat Baca Anak
Pemprov DKI Jakarta
Kegiatan membaca di gerakan #BacaJakarta pada salah satu Taman Baca Masyarakat, April 2019. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anak-anak Jakarta malas membaca? Siapa bilang?

Tahun ini, Pemprov DKI mencatat gebrakan kreatif untuk meningkatkan kegemaran baca anak-anak Jakarta. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta menginisiasi Gerakan #BacaJakarta.

Gerakan yang dicanangkan Dispusip Provinsi DKI Jakarta ini mengikuti pola Pemerintahan 4.0, di mana Pemprov DKI berperan sebagai fasilitator dan kolaborator. Dispusip membangun kolaborasi dengan Forum Taman Baca Masyarakat (dari unsur komunitas) dan BUMD.

Gerakan #BacaJakarta menjadi pintu awal bagi berbagai gagasan program lain terkait peningkatan minat baca di Jakarta, seperti PT MRT Jakarta yang hendak membuat ruang baca di setiap stasiun MRT, TBM di 38 lokasi yang semakin menggeliat kegiatan literasinya, wisata literasi yang dilakukan di 6 perpustakaan daerah, Hari Anak Jakarta Membaca, keikutsertaan difabel pada lomba-lomba literasi (mewarnai dan membaca buku braille), juga lomba literasi seni melalui Piala HB Jassin.

Apa itu Gerakan Baca Jakarta?

Gerakan Baca Jakarta adalah gerakan berupa tantangan membaca buku bagi anak-anak usia 7-12 tahun untuk membaca selama 30 hari.

“Untuk anak usia 7-9 tahun, tantangannya membaca minimal 15 menit setiap hari selama 30 hari. Sedangkan, anak usia 10-12 tahun minimal membaca 30 menit tiap hari selama 30 hari. Tujuannya, tentu saja untuk menciptakan ekosistem membaca yang berkelanjutan, yang terbangun melalui kebiasaan membaca,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dispusip DKI Jakarta, Suryanto, Sabtu (30/3/2019), seperti dikutip Berita Jakarta, situs berita resmi Pemprov DKI.

Baca: Pemprov DKI Kelola PDS H.B. Jassin, Bukti Serius Jaga Karya Sastra

Lebih lanjut, Suryanto menjelaskan, Gerakan #BacaJakarta ini sekaligus bertujuan mengaktifkan dan menghidupkan ruang-ruang baca di Jakarta untuk mendukung hasrat dan daya baca anak.

"Gerakan masif ini dapat meningkatkan kunjungan masyarakat ke perpustakaan maupun ruang baca lainnya, baik di tingkat kelurahan, kecamatan, maupun provinsi," terangnya.

Gerakan tersebut telah berlangsung di 143 titik ruang baca yang tersebar di Jakarta.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas