Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Pelajar Indonesia di Jepang Pamer Keunikan Angklung

Promosi budaya Indonesia di Jepang tidak habis-habisnya dilakukan warga Indonesia yang ada di Jepang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Widiyabuana Slay
zoom-in Pelajar Indonesia di Jepang Pamer Keunikan Angklung
TRIBUNNEWS.COM/RICHARD SUSILO
Persatuan Pelajar Indonesia - Osaka Nara (PPI-ON) memperkenalkan angklung sebagai alat musik tradisional Indonesia dengan membawakan tiga lagu yaitu Bengawan Solo, Grandfather's Clock dan Yamko Rambe Yamko. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo, Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Promosi budaya Indonesia di Jepang tidak habis-habisnya dilakukan warga Indonesia yang ada di Jepang. Kini giliran Persatuan Pelajar Indonesia - Osaka Nara (PPI-ON) mengkampanyekan melalui partisipasi mereka di acara peringatan ulang tahun 10 tahun Ouisa (Osaka University International Student Associaton) .

"Menuntut ilmu sembari memperkenalkan budaya Indonesia. Itulah yang dilakukan oleh para pelajar Indonesia yang terhimpun dalam PPI-ON pada konser ulang tahun OUISA  ke-10 ini yang dihadiri lebih dari 300 penonton," papar Katya Alvina Canakya anggota tim angklung PPI-ON tersebut khusus kepada Tribunnews.com, Selasa (10/12/13).

Beberapa negara tampil di acara tersebut. Masing-masing negara berkesempatan menampilkan musik tradisional masing-masing. Dalam kesempatan ini, pelajar Indonesia memperkenalkan angklung sebagai alat musik tradisional Indonesia dengan membawakan tiga lagu yaitu Bengawan Solo, Grandfather's Clock dan Yamko Rambe Yamko.

"Lagu-lagu tersebut dibawakan oleh OAC (Osaka Angklung Club) yang bernaung di bawah PPI-ON. OAC ini memiliki anggota yang terdiri atas pelajar maupun warga negara Indonesia yang bermukim diwilayah Osaka dan Nara."

OAC sudah aktif tampil di berbagai macam acara yang memperkenalkan budaya Indonesia, maupun konser musik profesional.

Di tengah-tengah pekerjaan dan kesibukan sebagai pelajar, mereka meluangkan waktupada tiap akhir minggu untuk berlatih angklung bersama.

Rekomendasi Untuk Anda

"Karena banyak dari kami anggota baru, maka untuk konser kali ini, dibutuhkan waktu kurang lebih dua bulan untuk latihan," ujar Okie Dita sebagai koordinator latihan angklung.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas