Tribun Lifestyle
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Orangtua Pelaku Buli Harus Ciptakan Suasana Kondusif Pada Anak

Dalam kasus pembulian khususnya yang terjadi anak, orangtua memiliki peran besar dalam menjaga kejiwaan anak pelaku dan korban buli.

Orangtua Pelaku Buli Harus Ciptakan Suasana Kondusif Pada Anak
sxc.hu/Martin Walls
Ilustrasi anak korban bullying 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Dalam kasus pembulian khususnya yang terjadi anak, orangtua memiliki peran besar dalam menjaga kejiwaan anak pelaku dan korban buli.

Sosilog dari Universitas Indonesia, Daisy Indira mengatakan bagi orangtua khususnya orangtua pelaku, orangtua harus memberikan suasana yang kondusif kepa anak-anaknya.

Suasana kondusif ini diharapkan dapat memacu anak lebih terbuka kepada orangtuanya.

Setelah adanya keterbukaan dan jika memang anak membully orang lain maka anak diajarkan untuk bertanggungjawab.

“Pertama dia harus jadi ekosistem kondusif untuk anak berbicara jujur tentang apa sih yang dilakukan, setelah bicara jujur bertanggungjawab,” ungkap Daisy saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019).

Kemudian, orangtua yang melakukan aksi pembelaan besar-besaran juga sebaiknya dihindari sebelum mengetahui kejadian yang sebenarnya karena dapat menimbulkan suasana yang tidak kondusif.

Baca: Kak Seto Ingatkan Pembiaran Bullying Bisa Kena Pidana 5 Tahun Saat Komentari Kasus #JusticeforAudrey

“Karena buruknya adalah tipe-tipe orangtua, harus membela apapun, justru jangan yang kayak gitu,” papar Daisy.

Kemudian mengenai hukuman, Daisy menyebutkan hukuman sebaiknya yang dapar menumbuhkan kepedulian pada pelaku karena pembulian berawal dari rasa tidak peduli dengan perasaan orang lain yang mendapatkan tekanan dari pembuli.

Contohnya yang dapat membangkitkan kepedulian misalnya bertugas merawat di panti jompo atau pun bertugas menjaga kebersihan, tugas-tugas yang membutuhkam interaksi dengan orang banyak.

“Apa sih yang kelewat di buli ini, yaitu ketidakpedulian tentang apa yang lakukan ini yang jarus di sosialiassikan orangtua meberikan untuk melakukan itu, support,” pungkas Daisy.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas