Tribun Lifestyle
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Indonesia Darurat Limbah Tekstil, Upcyle Fashion Jadi Solusi

BBPLK Semarang membawakan konsep summer blossom dalam pameran busana fashion

Indonesia Darurat Limbah Tekstil, Upcyle Fashion Jadi Solusi
Tribunnews/Jeprima
Pekerja mengecek kondisi jahitan mukena yang sudah jadi di pabrik busana muslim Siti Khadijah di Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (7/4/2021). Menjelang bulan Ramadan permintaan mukena di Siti Khadijah meningkat hingga 100 persen dengan harga mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 3,5 juta. Busana muslim Siti Khadijah merupakan produk Malaysia yang diproduksi di Indonesia dengan pangsa pasarnya di tingkat lokal Indonesia dan internasional. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Konsep Sustainable Fashion atau fashion yang berkelanjutan menjadi kampanye yang diusung selama pandemi Covid-19 berlangsung. Memanfaatkan barang-barang yang sudah lama tidak digunakan menjadi salah satu upaya menyukseskan konsep tersebut. 

Salah satunya adalah apa yang dilakukan oleh BBPLK Semarang. Dalam Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2021, BBPLK Semarang membawakan konsep summer blossom dalam pameran busana fashion.

Uniknya, materi yang digunakan berasal dari produk lama yang tidak terpakai. 

"Produk lama yang kami kreasikan lagi dalam bentuk baru secara upcyle. Konsepnya ramah lingkungan, menciptakan fashion baru dengan mamfaatkan karya sebelumnya. Tapi tetap kekinian mengikuti trend 2021," kata Fika selaku perwakilan dari BBPLK Semarang, pada konferensi pers secara virtual, Sabtu (10/4/2021).

Baca juga: Tampil Trendi dengan Hoodie, Fashion Kekinian Anak Zaman Now

Upaya ini setidaknya dapat mengurangi limbah kain yang ada. Apa lagi, menurut pemaparan Fika, Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai penyumbang limbah tekstil.

Baca juga: Kreasikan Kain untuk Busana yang Anti Ribet, Tapi Tetap Stylish

Ia pun memberikan sedikit tips melakukan upcyle pada busana fashion. Sebenarnya tidak ada patokan khusus, hanya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Yaitu pertama desainer harus memperhatikan saat memasang satu produk dengan lainnya.

Kedua, untuk umur dari busana yang di yang di upcyle juga tidak memiliki batasan. Menurut Fika, selama busana tersebut masih bagus dan warnanya belum memudar, boleh digunakan.

Terakhir, agar mudah dipadupadankan, bahan baju diusahakan jangan serupa. Misalnya jangan menggunakan bahan yang sama-sama tebal. 

Mengingat Indonesia adalah negara beriklim tropis, sehingga dikhawatirkan akan merasa gerah saat digunakan. Jika mau, pilih bahan yang tebal. Sedangkan yang satu berbahan tipis agar nyaman saat dipakai.

Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas