Tribun Lifestyle

Lebaran 2021

Mau Bikin Kue Kering untuk Lebaran? Ini Tril Memanggangnya, Perhatikan Temperatur Oven Agar Renyah

Begini cara memanggang kue kering agar renyah dan tidak mudah lapuk, supaya puas saat menyantapnya.

Editor: Anita K Wardhani
Mau Bikin Kue Kering untuk Lebaran? Ini Tril Memanggangnya, Perhatikan Temperatur Oven Agar Renyah
WARTAKOTA/Nur Ichsan
Mau Bikin Kue Kering untuk Lebaran? Ini Tril Memanggangnya, Perhatikan Temperatur Oven Agar Renyah(WARTAKOTA/Nur Ichsan) 

TRIBUNNEWS.COM - Lebaran identik dengan kue kering. Tak jarang kudapan ini sudah tersaji dari awal Ramadhan.

Selain membeli, kita juga bisa mencoba membuat kue kering sendiri di rumah.

Dan salah satu hal yang harus diperhatikan dalam membuat kue adalah soal memanggang.

Ya, setelah selesai membuat adonan dan mencetak kue kering, proses selanjutnya adalah memanggang kue.

Umumnya orang Indonesia membuat kue kering dengan alat oven, oven tangkring (oven masak dengan kompor), atau teflon.

Baca juga: Resep Kreasi Kue Nastar: Nastar Gulung, Nastar Sirsak Pandan dan Nastar Grentea Isi Kacang

Baca juga: Zumi Zola Masih Dipenjara, Sherrin Tharia Kini Berjualan Kue, Nafkah untuk Anak Tersendat?

Begini cara memanggang kue kering agar renyah dan tidak mudah lapuk, supaya puas saat menyantapnya.

Cara memanggang kue kering agar renyah dan tidak mudah lapuk ini bikin kita percaya diri membuat kue kering.

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak bagaimana cara memanggang kue kering agar renyah dan tidak mudah lapuk.

Memanggang kue kering sebenarnya tidak ada patokan khusus.

Setiap jenis kue kering punya waktu dan suhu memanggang yang berbeda-beda.

Pengrajin tengah memproduksi kue kering di Sentra Kue Kering kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (23/4/2021).
Pelaku umkm ini sangat terdampak pandemi Covid 19. Produksinya hanya mampu 10-15 kilogram dibandingkan tahun-tahun sebelum pandemi yaitu 50-70 kilogram. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)
Pengrajin tengah memproduksi kue kering di Sentra Kue Kering kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (23/4/2021). Pelaku umkm ini sangat terdampak pandemi Covid 19. Produksinya hanya mampu 10-15 kilogram dibandingkan tahun-tahun sebelum pandemi yaitu 50-70 kilogram. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) (WARTAKOTA/Angga Bhagya Nugraha)
Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas