Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Lifestyle
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bacaan Niat Qadha Puasa Ramadhan, Sebaiknya Bayar Utang Puasa Harus Disegerakan

Berikut ini bacaan niat qadha puasa Ramadhan yang sebaiknya dilakukan sesegera mungkin dan secara berurutan.

Bacaan Niat Qadha Puasa Ramadhan, Sebaiknya Bayar Utang Puasa Harus Disegerakan
Tribun Timur
Ilustrasi Puasa. Simak bacaan niat qadha puasa Ramadhan dalam artikel ini 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini bacaan niat qadha puasa atau utang puasa Ramadhan.

Dalam artikel ini juga terdapat ulasan kapan waktu untuk bayar utang puasa.

Qadha puasa wajib hukumnya yaitu dengan mengganti puasa di hari lain.

Sebaiknya membayar utang puasa harus disegerakan.

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Syawal dan Tata Caranya, Lengkap dengan Manfaat, Tulisan Arab serta Latin

Baca juga: Bacaan Doa Qunut Sholat Subuh, Qunut Witir, dan Qunut Nazilah, Dilengkapi Tulisan Arab dan Latinnya

Qadha puasa berlaku bagi orang yang sanggup berpuasa namun terhambat karena adanya halangan tertentu.

Bagi umat muslim yang pada bulan Ramadhan kemarin tidak mampu menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh, Allah memberi keringanan untuknya dengan cara qadha puasa.

Qadha puasa wajib hukumnya yaitu dengan mengganti puasa di hari lain.

Dikutip dari kepri.kemenag.go.id, ketentuan qadha puasa, yaitu bagi mereka yang tidak mampu melaksanakan puasa karena dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan yang jauh dan bersifat temporer.

Dan mereka diwajibkan mengganti puasanya sebanyak hari yang ditinggalkan di luar bulan ramadhan.

"Sedangkan bagi mereka yang meninggalkan puasa ramadhan karena Lanjut Usia, Sakit menahun yang tidak ada harapan kesembuhannya serta Wanita hamil dan wanita yang menyusui yang meninggalkan puasa karena khawatir akan janin yang dikandungnya dan anak yang disusuinya, maka dikenai Fidyah Puasa Ramadhan dengan cara memberi makan orang miskin dengan kadar besar fidyah: 1 mud atau 8 ons, yang jika diuangkan senilai Rp. 15.000,- (Lima belas ribu rupiah) per hari sebanyak puasa yang ditinggalkan,” ungkap H. Samsudin.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Adya Ninggar P
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas