Tribun Lifestyle

Ramadan 2022

Prinsip Dasar yang Harus Diperhatikan Orangtua saat Mengenalkan Puasa pada Anak

Sebelum mengenalkan puasa pada anak, para orang tua harus mengetahui terlebih dahulu prinsip dasarnya.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
zoom-in Prinsip Dasar yang Harus Diperhatikan Orangtua saat Mengenalkan Puasa pada Anak
TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Mengajarkan sesuatu yang baik kepada anak adalah wajib hukumnya untuk dilakukan, apalagi pada zaman sekarang ini, orang tua harus benar-benar mempersiapkan tameng terbaik buat sang buah hati. Salah satu yang juga perlu dilakukan oleh orang tua adalah mengajarkan anak untuk berpuasa Ramadhan yang sebentar lagi akan kita jalani khususnya untuk umat Islam semua. Model Nayaka Gitaswara. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --Sebelum mengenalkan puasa pada anak, para orang tua harus mengetahui terlebih dahulu prinsip dasarnya.

Prinsip dasarnya adalah dimana para orang tua harus mengetahui anak-anak adalah pribadi pengamat dan peniru.

Oleh karena itu, dokter spesialis anak RSA UGM, dr. Fita Wirastuti, M.Sc., Sp.A. meminta para orang tua untuk berhati-hati ketika berkegiatan sehari-hari.

Jika sang anak diharapkan dapat melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan baik, maka orang tua tentu sudah harus melaksanakan ibadah puasa Ramadan dengan baik terlebih dahulu.

Baca juga: Si Kecil Masih Ingin Berpuasa Saat Batuk dan Pilek, Bahayakah untuk Tubuhnya? Ini Penjelasan Dokter

Baca juga: Tips Agar Kulit Sehat Selama Berpuasa, Pola Makan dan Tidur hingga Pasta Gigi Jadi Faktor Penentu

“Kalau orang tuanya sering mengaji dan sering mengisi Ramadhan ini dengan kegiatan yang bermanfaat, mereka (anak-anak) akan mengikutinya. Begitu juga dengan (perihal) berpuasa: kalau orang tuanya minta anaknya berpuasa, tentu orang tuanya harus berpuasa (terlebih dahulu)," kata dia dalam webinar yang disiarkan melalui Channel Youtube KAGAMA Channel pekan lalu.

Ia mengatakan, orang tua tidak perlu terlalu banyak memberikan aturan, tapi yang penting adalah dengan mengajarkan dengan langsung memberikan contoh.

Adapun cara mengenalkan puasa pada anak, menurut dr Fita adalah sebagai berikut;

Pertama, mulailah dengan perlahan, mudah dan menyenangkan. Pada hari-hari biasa atau bukan puasa anak-anak makan tiga kali sehari. Ketika memperkenalkan puasa, maka caranya adalah dengan sedikit-sedikit menjarakkan waktu makan tersebut.

“Ketika dia mulai diajarkan untuk berpuasa, mulai kita jarangkan fase antar makan menjadi 4-6 jam. Kemudian nanti bertambah lagi jadi 8 jam, kemudian bertambah lagi jadi 10 jam, sampai pada akhirnya dia bisa fase puasa penuh,” imbuhnya.

Ilustrasi - Mengajarkan anak berpuasa sejak dini
Ilustrasi - Mengajarkan anak berpuasa sejak dini (CHOMPLEARN/NAKITA)

Kedua adalah mempersiapkan makanan yang bergizi seimbang, baik sahur maupun berbuka.

Komposisinya antara karbohidrat, protein, dan lemak harus seimbang. Dengan kecukupan gizi, nutrisi anak dapat terpenuhi dan kuat menjalankan puasa.

Ketiga tidak memberikan kompensasi berlebihan.

Dokter Fita mengatakan bahwa puasa hanya menggeser waktu makan di hari-hari biasa. Dimana sarapannya itu dipagikan menjadi sahur; sementara makan siangnya disorekan menjadi berbuka; dan makan makan malamnya digeser menjadi setelah tarawih.

"Jadi jangan sampai ada kiat “balas dendam” atau penggandaan porsi makan ketika sahur, sebab hal itu sangat tidak disarankan," ujarnya.

Wiki Terkait

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas