Menguatkan Perkembangan Anak Usia Dini Melalui Edukasi Stimulasi Motorik
Banyak anak usia dini menghabiskan waktu dalam aktivitas sedentari minim gerak dan lebih banyak berinteraksi dengan gawai.
Penulis:
Muhammad Zulfikar
Editor:
Hasanudin Aco
Mereka juga melakukan aktivitas motorik halus seperti menggambar, menggunting, meronce, dan membuat kolase.
Selain itu, anak-anak dikenalkan pada self-help skills atau keterampilan kemandirian yang meliputi makan mandiri, berpakaian mandiri, hingga merawat diri sehari-hari.
Pada bagian makan mandiri, anak dilatih mengambil makanan sendiri, memilih menu, menggunakan sendok dan garpu, hingga meminum tanpa tumpah. Untuk berpakaian mandiri, latihan mencakup mengancing, membuka kancing, menggunakan ritsleting, hingga memakai sepatu.
Sedangkan bagian perawatan diri mencakup mencuci tangan dengan benar, menyikat gigi, menyisir rambut, membersihkan hidung dan mulut menggunakan tisu, serta bercermin memastikan kerapian diri.
Dalam penyuluhan, Prof. Lydia menekankan bahwa stimulasi motorik bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi bagian penting dari proses pendidikan.
“Bermain adalah proses belajar. Saat ibu terlibat aktif dalam permainan, anak tidak hanya bergerak, tapi juga belajar konsentrasi, keberanian, emosi positif, interaksi sosial, dan kemandirian,” ujarnya dalam keterangannya.
Program ini mendapatkan respons positif dari Kepala SPS PAUD Aster VI, Dra. Ariati Azhari, Apt., serta Lurah RW 06, Arif Lingga Pratama, S.STP.
Mereka menilai pelatihan ini relevan dengan kebutuhan warga Cideng, terutama dalam memperkuat kerja sama antara sekolah dan keluarga untuk mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Melalui kegiatan ini, SPPB UI menegaskan komitmennya dalam:
1. Memperkuat pendidikan anak usia dini melalui stimulasi motorik yang mudah diterapkan di lingkungan keluarga.
2. Menempatkan keluarga sebagai ekosistem pendidikan utama bagi anak.
3. Mendukung pencapaian SDG 4, khususnya target 4.2 tentang pengembangan anak usia dini dan kesiapan memasuki pendidikan dasar.
4. Berkontribusi bagi pembangunan bangsa dengan mewujudkan kampus UI yang unggul dan berdampak.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada peserta, plakat penghargaan kepada SPS PAUD Aster VI dan pihak kelurahan, serta sesi foto bersama antara ibu, anak, civitas SPPB UI, dan tenaga pendidik.
Program ini menjadi langkah nyata SPPB UI dalam menghadirkan intervensi pendidikan yang adaptif, kontekstual, dan berkelanjutan bagi anak usia dini di tengah tantangan kehidupan urban.
Baca tanpa iklan