Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Ali Rela Libur Narik Ojol Demi Hari Penting Anaknya,  Dampingi Sang Putra Ambil Rapor

Pengendara ojek online, Ali (47) hadir sejak pukul 08.00 pagi di SD anak ketiganya, Abinaya. Ia rela tak narik ojek online demi ambil rapor.

Tayang:
Diperbarui:
Baca dan Ambil Poin
zoom-in Ali Rela Libur Narik Ojol Demi Hari Penting Anaknya,  Dampingi Sang Putra Ambil Rapor
Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
AYAH AMBIL RAPOR - Pengemudi ojek online, Ali (47) dan Abinaya saat disapa Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/BKKBN Wihaji di SD Negeri Pondok Bambu 11, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025). Hari ini Kemendukbangga mengkampanyekan GEMAR atau Gerakan Mengambil Rapor Anak untuk mencegah anak mengalami kondisi fatherless. 

"Saya senang bapak-bapak hadir. Suatu saat anak pasti ingat terus, ayahnya pernah hadir di sekolah," kata mantan bupati Wihaji ini.

Gerakan ini diharapkan jadi simbol terbangunnya komunikasi yang efektif antara ayah dan anak.

Harapannya agar mencegah anak tidak mengalami kondisi fatherless.

Fatherless merupakan kondisi anak yang tumbuh tanpa kehadiran figur ayah, baik secara fisik (ayah meninggal, bercerai, jauh) maupun emosional (ayah ada tapi tidak terlibat).

Kekosongan sosok ayah dalam pengasuhan, berdampak pada psikologis dan perkembangan anak. 

Ditemui terpisah, Ali mengatakan, senang bisa hadir di hari pembagian rapor Abinaya.

"Senang. Saya sengaja tidak mengambil orderan pagi ini. Karena kakaknya juga di sekolah ini ambil rapor jadi sekalian saja. Nanti setelah jumatan narik lagi," ungkap dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat ditanya soal komunikasi sehari-hari, Ali mengaku, selalu mengupayakan komunikasi dengan ketiga anaknya.

"Kadang anak minta diajari pelajaran. Selama saya bisa, saya temani mereka belajar. Selama ini, anak-anak sering sama ibunya, tapi saya harus hadir juga walaupun sibuk ojek," tutur Ali.

Kehadiran Ali dan ratusan ayah lainnya pagi itu menjadi bukti bahwa peran ayah tak tergantikan.

Sekecil apa pun waktu yang diluangkan akan terus jadi memori anak sampai dewasa.

GEMAR Jadi Imbauan Nasional

Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (10/12/2025). Ia menyampaikan BKKBN bekerja sama dengan para psikolog dan penyuluh untuk melakukan pendampingan pemulihan trauma (trauma healing) bagi para korban bencana.
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (10/12/2025). Ia menyampaikan BKKBN bekerja sama dengan para psikolog dan penyuluh untuk melakukan pendampingan pemulihan trauma (trauma healing) bagi para korban bencana. (Tribunnews.com/M Alivio)

Wihaji menekan Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor: 14 Tahun 2025 Tanggal 1 Desember 2025 Tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) ke Sekolah di Jakarta pada 1 Desember 2025.

Merujuk SE, anak usia sekolah yang dimaksud dalam gerakan ini adalah anak usia sekolah pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah.

Para ayah di Indonesia bisa memulainya pada Desember 2025, dengan menyesuaikan jadwal pengambilan rapor di sekolah masing-masing.

SE ini ditujukan kepada Kepala Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota seluruh Indonesia melalui Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi seluruh Indonesia dan Kepala Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas