Profil Singkat Tiga Menteri Jokowi yang Menolak Masuk Tim Kampanye Nasional Prabowo dan Gibran
Sejauh ini, yang telah dipastikan tidak masuk dalam struktur TKN adalah Menkominfo Budi Arie, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Investasi Bahlil.
Editor: Malvyandie Haryadi
![Profil Singkat Tiga Menteri Jokowi yang Menolak Masuk Tim Kampanye Nasional Prabowo dan Gibran](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/menteri-jokowi-yang-tidak-masuk-tkn.jpg)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah menteri Jokowi yang secara terbuka telah menyatakan dukungannya terhadap Prabowo-Gibran menolak masuk dalam daftar struktur tim kampanye nasional (TKN).
Mereka memilih tetap bertugas sebagai menteri di pemerintahan Jokowi.
Sejauh ini, yang telah dipastikan tidak masuk dalam struktur TKN adalah Menkominfo Budi Arie, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Investasi Bahlil.
Menkominfo Budi Arie
Belum lama ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyatakan penolakannya untuk bergabung dalam struktur tim kampanye nasional (TKN) pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan wakil presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Budi, masih banyak tugas yang diberikan kepada dirinya dari Presiden Joko Widodo.
“Tidak (bergabung dalam TKN) lah, urusan sebagai Menkominfo sudah berat begini masih disuruh masuk ke dalam tim,” kata Budi Arie kepada wartawan di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jakarta pada Kamis (2/11/2023).
Ketua Umum gerakan relawan Projo itu mengaku mendapat instruksi untuk tetap netral selaku menteri dan fokus menjalankan tugasnya, meski Projo yang dipimpinnya menyatakan dukungan kepada Prabowo di Pilpres 2024.
Lebih lanjut, Budi juga mengungkapkan Kominfo memiliki fokus untuk mengawal Pemilu 2024, termasuk menghindari adanya penyebaran berita bohong atau hoaks di masyarakat.
Ia berharap seluruh pihak termasuk awak media membantu untuk melakukan sosialisasi, serta meluaskan sikap bijak dalam memilah dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia
Bahlil Lahadalia memilih fokus menyelesaikan tugasnya sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM.
Oleh karena itu, pihak Kementerian Investasi/BKPM menyebutkan sang menteri tidak bergabung menjadi Wakil Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka untuk Pilpres 2024.
Bahlil mengaku lebih memilih ingin menuntaskan tugasnya sebagai menteri Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf.
“Kami perlu mengklarifikasi bahwa Bapak Bahlil Lahadalia tidak menjabat seperti yang dimaksud dan beliau juga tidak bersedia untuk terlibat secara resmi dalam TKN. Bahwa beliau menjadi dewan pembina di beberapa komunitas relawan adalah benar adanya,” kata Staf Khusus Kementerian Investasi/BKPM Tina Talisa dalam keterangan tertulis, Minggu (29/10/2023).
Jika bersedia terlibat dalam Tim Pemenangan Prabowo-Gibran, Tina menyebutkan bahwa Bahlil seharusnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Investasi/BKPM.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.