Anies Sebelumnya Tidak Mau Jadi Kader PKS, Bagaimana Jika Jadi Kader PDIP Demi Pilkada Jakarta?
Anies Baswedan tidak secara gamblang menjawab apakah akan menurut apabila diusung PDIP maju Pilkada Jakarta 2024
Editor: Erik S
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Mantan gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tidak secara gamblang menjawab apakah akan menurut apabila diusung PDI Perjuangan maju di Pilkada Jakarta 2024.
Sebelumnya, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri mengatakan soal Anies mau atau tidak nurut apabila diusung PDIP maju Pilkada Jakarta 2024.
Anies Baswedan mengatakan apa yang disampaikan Megawati itu merujuk kepada amanat konstitusi.
Baca juga: Usai dari PDIP, Anies Maraton Keliling Markas Partai Buruh, Hanura dan Hadiri Kongres NasDem
"Jadi kita semua menyadari bahwa beliau merujuk kepada amanat konstitusi, cita-cita bernegara, cita-cita mewujudkan Indonesia yang bersatu, beragam tapi Bersama dan itu lah yang kita jadikan rujukan bersama-sama," kata Anies Anies di DPD PDIP, Jakarta, dilansir YouTube TribunJakarta, Sabtu (24/8/2024).
Anies dia tidak berkomentar lebih lanjut soal Megawati. Hanya saja, dia tidak menampik soal kemungkinan akan bertemu dengan Megawati jelang pendaftaran calon Gubernur Jakarta.
“Kita mengalir saja, nanti pada waktunya, seperti pertemuan hari ini (dengan DPD PDI-P Jakarta), tidak direncanakan, mengalir begitu saja,” ujar Anies.
Diberitakan sebelumnya, PDI-P diwacanakan mendukung Anies Baswedan pada Pilkada 2024 mendatang.
Nama Anies menjadi salah satu dari banyak nama yang diusulkan DPD PDI-P DKI Jakarta ke DPP selain Basuki Tjahaja Purnama, Andhika Perkasa, dan Tri Rismaharini. Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dalam pidato di Kantor DPP PDI-P, Kamis (22/8/2024) angkat bicara mengenai usulan itu.
"Dia bener nih kalau mau ama PDI-P? Kalau mau PDI-P, jangan kayak gitu dong ya. Mau enggak nurut ya? Iya dong," ujar dia.
Megawati menyinggung upaya PDI-P yang selama ini sudah susah payah mencari koalisi untuk bisa mengusung kepala daerah. Namun, kini ada pihak yang justru mendadak meminta partainya mendukung Anies pada Pilkada Jakarta 2024.
Baca juga: Anies Penuhi Undangan DPD Hanura Jakarta, Bahas Jakarta Kini dan Esok, Termasuk soal Keadilan
"Lho saya tuh jadi suka garuk-garuk kepala lho, enak amat ya. Sekarang kita dicari dukungannya, bingung saya lho. Kamu ke mana ya kemarin sore ya? Lho iyalah, mbok jangan gitu dong," tuturnya.
Anies belum beri kepastian soal jadi kader PDI-P
Ketika ditanya soal kemungkinan dirinya bergabung sebagai kader PDI-P agar bisa diusung pada Pilkada Jakarta, Anies memilih untuk bersikap terbuka.
Dia mengaku akan mempelajari ideologi partai tersebut terlebih dahulu, terutama melalui buku-buku Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, yang ia dapat saat bersilaturahmi ke DPD PDI-P DKI Jakarta, Sabtu (24/8/2024).
“Saya sekarang belajar dulu, pelajari dulu serta titipan yang tadi bisa saya pahami dengan baik dan bisa diskusikan dengan baik,” ungkap Anies kepada wartawan, Minggu (25/8/2024). Saat kembali ditanya apakah akan menjadi kader PDI-P, Anies tak banyak bicara. “(Jadi kader PDIP) kita lihat bersama-sama,” ujar Anies.
Anies tolak jadi Kader PKS
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtara (PKS) Jakarta Khoiruddin mengatakan pernah menawarkan bakal calon gubernur Jakarta, Anies Baswedan, menjadi kader PKS.
Ia menyebutkan, pengaderan Anies bisa menjadi solusi agar ia bisa diusung PKS sebagai calon gubernur dan bermitra koalisi dengan partai lain yang berkesempatan menjadi calon wakil gubernur.
"Saya Khoirudin pernah sampaikan langsung ke Pak Anies, agar kalau tidak menerima MSI, maka Pak Anies bisa mengenakan jaket putih masuk sebagai kader PKS. Jadi nanti sebagai cagub dari PKS, sehingga bisa mengambil cawagub dari luar PKS," ujar Khoiruddin dalam pesan suara, Senin (12/8/2024).
Namun, kata Khoiruddin, Anies tidak menyambut positif ajakan tersebut dengan dalih ingin netral dan tidak berpartai.
Baca juga: Cerita Anies Baswedan Dibujuk Surya Paloh Hadiri Kongres III NasDem Bareng Jokowi
"Tapi, saat itu Pak Anies tidak menyambut positif ajakan tersebut, malah menyampaikan keinginan Pak Anies untuk netral," ucapnya.
Khoiruddin mengatakan, PKS sendiri telah memberikan tenggat waktu kepada Anies untuk mencari mitra koalisi agar pasangan cagub-cawagub Anies-Sohibul Iman (AMAN) bisa berlayar Permintaan mencari kawan berkoalisi itu telah disampaikan secara terbuka pada konferensi pers 25 Juni 2024 oleh Presiden PKS, Ahmad Syaikhu.
Terhitung tanggal 4 Agustus 2024, genap 40 hari permintaan PKS agar Anies mencari mitra koalisi, tetapi hasilnya nihil.(TribunJakarta/Kompas.com)