Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pedagang Loak Pesimistis Tempati Blok G Tanah Abang

Njay yang sudah 25 tahun berdagang barang loak menuturkan, masih bingung dan belum bisa memastikan akan berdagang di mana.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Warta Kota, Banu Adikara

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasca-penggusuran, pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Museum Tekstil, Jalan Aipda KS Tubun, Kelurahan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, bingung harus melakukan apa.

Mereka merasa pesimistis bisa berdagang di Blok G Pasar Tanah Abang.

"Relokasi di Blok G Tanah Abang kan buat pedagang-pedagang yang modalnya gede. Nah, kalau cuma pedagang loak kayak saya dan yang lain gini, mana bisa masuk sana," kata Njay (45), pedagang barang loak di depan Museum Tekstil.

Njay yang sudah 25 tahun berdagang barang loak menuturkan, masih bingung dan belum bisa memastikan akan berdagang di mana. Ia malah berpikir untuk mencari pekerjaan lain.

"Penghasilan saya sehari cuma Rp 50 ribu. Paling jadi tukang ojek aja lah, buat nutup uang makan dan kontrakan rumah," ungkap ayah dua anak.

Pedagang barang loak lainnya, Oon (37), juga hanya bisa pasrah dengan penertiban tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ya sudahlah, apa boleh buat. Saya sih enggak masalah ditertibkan, asal pemerintah perhatikan nasib kami ke depannya gimana," ujarnya.

Sama seperti Njay, Oon juga hanya memeroleh omzet sebesar Rp 50 ribu sehari.

"Enggak tahu deh bisa masuk Blok G Tanah Abang atau tidak. Paling sambil nyari-nyari tempat lain lagi untuk jualan," tuturnya. (*)

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas