Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengamat Tidak Yakin PDI-P Lakukan Kebohongan Publik

Saya tidak yakin PDI-P melakukan kebohongan publik. Risikonya terlalu besar

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik dari Charta Politik, Yunarto Wijaya tidak memungkiri adanya isu penyadapan terhadap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan menaikkan citra PDI Perjuangan. Namun, dirinya tidak meyakini isu penyadapan itu adalah omong kosong belaka, melainkan benar-benar ada.

"Saya tidak yakin PDI-P melakukan kebohongan publik. Risikonya terlalu besar," kata Yunarto di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (22/2/2014).

Pria yang akrab disapa Toto itu mengatakan, namun ia juga tidak yakin yang melakukan penyadapan adalah lawan politik dari PDI Perjuangan. Bisa saja kata Toto penyadapan dilakukan oleh internal PDI Perjuangan.

"Belum tentu yang menyadap lawan politik PDI-P. Di internal PDI-P sendiri kan belum bulat soal pencapresan," ucapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo menyatakan, ada indikasi teror dari pihak luar terhadap Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Di rumah Jokowi kita operasi ada tiga alat penyadap, di tempat tidur, di ruang tamu, dan di tempat makan. Seakan-akan ada semacam teror. Bu Mega diikuti intel, pernah tertangkap ada orang masuk rumah Bu Mega dengan alasan mau numpang kencing, kan konyol," ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas