Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kasus Pamudji, Komisi III DPR Minta Kapolda Gelar Tes Psikologi

Anggota Komisi III DPR, Harry Witjaksono, menyesalkan tindakan penembakan yang dilakukan anak buah kepada atasannya AKBP Pamudji

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Kasus Pamudji, Komisi III DPR Minta Kapolda Gelar Tes Psikologi
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Suasana di rumah duka AKBP Pamudji 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR, Harry Witjaksono, menyesalkan tindakan penembakan yang dilakukan anak buah kepada atasannya AKBP Pamudji hingga tewas, di ruang Piket Yanma Polda Metro Jaya.

Menurut Harry, peristiwa itu merupakan tugas baru Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dwi Priyatno yang baru saja dilantik. Harry mengatakan anggota polisi perlu dilakukan evaluasi secara berkala. Terutama di sektor reserse dan narkoba yang memiliki beban kerja berat dengan senjata api yang selalu dibawanya.

"Harus ada evaluasi karena mereka jenuh dan cukup stres. Emosional bisa lepas pistol," tutur Harry di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/3/2014).

Harry juga cukup menyesalkan kejadian tersebut berasal dari masalah sepele yakni diduga gara-gara anak buah AKBP Pamuji tidak memakai pakaian dinas.

"Itu kan memang tugas komandan dari bawahan. Masa cuma gara-gara itu saja. Kapolda Metro Jaya kan membawahi secara langsung untuk melakukan evaluasi," katanya.

Sebelumnya, AKBP Pamudji diketahui menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan anak buahnya. Kejadian tersebut terjadi di ruang Pelayanan Masyarakat Polda Metro Jaya, Selasa (18/3/2014) malam, pukul 21.30 WIB.

Walau mengarah kuat ke Brigadir Susanto sebagai pelaku penembakan terhadap AKBP Pamudji, sampai Rabu (19/3/2014) pagi ini, Brigadir Susanto belum mengakui dirinya menembak atasannya AKBP Pamudji hingga tewas.

Rekomendasi Untuk Anda

"Semua saksi masih diperiksa secara intensif. Brigadir S juga belum mengakui," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Rabu.

Menurutnya polisi tidak mengejar pengakuan pelaku namun menetapkan tersangka berdasarkan alat bukti yang ada dan melakukan penyelidikan dengan cara scientific identification, untuk memastikan aksi penembakan tersebut.

"Semalam inafis juga turun, visum juga sudah dilakukan. Kami bukan hanya mengejar pengakuan, tapi juga penyidikan secara scientific dan alat bukti," katanya.

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas